
Pemkab dampingi perangkat desa susun APB Desa

Bantul (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai mengintensifkan pendampingan terhadap lurah maupun perangkat desa dalam menyusun anggaran pendapatan dan belanja desa 2015.
"Pemerintah daerah sedang berupaya agar bagaimana desa bisa segera menyelesaikan penyusunan APBDes, makanya ada pendampingan kepada mereka," kata Kepala Bagian (Kabag) Hukum Setda Bantul Gunawan Budi Santosa, Kamis.
Menurut dia, pihaknya mengakui mayoritas pemerintah desa di 75 desa se Kabupaten Bantul kebingungan dalam menyusun APBDes, sehingga sampai menjelang akhir April ini belum semua desa menyerahkan laporan keuangan desa masing-masing.
Ia mengatakan belum selesainya penyelesaian penyusunan APBDes tersebut bukan karena ada kesalahan, namun karena ada norma baru dalam undang-undang, maka harus ada penyesuaian dalam penyusunannya.
"Bukan salah format maupun masalah lain yang menyulitkan, melainkan karena perubahan peraturan, menyusul terbitanya UU tentang Desa, sehingga ada yang harus disesuaikai terkait penyusunan keuangan desa," katanya.
Gunawan mencontohkan, beberapa poin yang sering dijumpai yang sempat membingungkan desa di antaranya adanya belanja barang dan jasa serta pegawai, tidak seperti sebelumnya yang lebih praktis, yakni belanja langsung dan tidak langsung.
"Sebenarnya tidak bingung-bingung amat, namun karena masih baru dan penyusunan APBDes berbeda dengan yang dulu, dan ketika ada pendampingan, mereka langsung faham," katanya.
Sementara itu, kata dia, pendampingan kepada pemerintah desa dalam penyusunan APBDes direncanakan menyasar seluruh kecamatan, dan hingga saat ini sudah menyasar desa-desa di tiga kecamatan yakni Srandakan, Pandak, dan Sanden.
"Kami tidak berpatokan pada target kapan seluruh desa harus selesai menyusun APBDes, namun kami mengarah pada presisi yang sesuai perundang-undangan, dan yang terpenting itu, namun harapannya bisa selesai secepatnya," katanya.
(KR-HRI)
Pewarta : Oleh Heri Sidik
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
