Logo Header Antaranews Jogja

DPPK Sleman akan remajakan kopi lereng Merapi

Rabu, 20 Mei 2015 12:47 WIB
Image Print
Ilustrasi (Foto Antaranews.com)

Sleman (Antara Jogja) - Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan meremajakan tanaman kopi di lereng Gunung Merapi yang sudah tidak produktif.

"Peremajaan ini untuk meningkatkan jumlah produksi maupun kualitas biji kopi, terutama di kawasan lereng Merapi," kata Kepala Bidang Kehutanan dan Perkebunan DPPK Kabupaten Sleman Rofiq Andriyanto di Sleman, Rabu.

Menurut dia, pihaknya akan membantu petani kopi di lereng Merapi untuk menambah populasi tanamannya, dengan melakukan regenerasi tanaman yang sudah tua. "Regenerasi akan dilakukan pada November mendatang, menyesuaikan kondisi cuaca, agar tanaman yang baru bisa hidup dengan baik. November awal atau mendekati musim hujan. Jadi akan lebih mudah tumbuh," katanya.

Ia mengatakan regenerasi tanaman kopi yang akan dilakukan nantinya tersebar di lahan lereng Merapi, di antaranya di Dusun Tritis dan Ngandong, Desa Girikerto, Kecamatan Turi. "Kemudian Kaliurang timur, Hargobinangun, Kecamatan Pakem. Dusun Pentingsari dan Kedungsriti di Desa Umbulharjo, Cangkringan. Serta di Dusun Glagah, Ngancar, Besalen di Desa Glagaharjo, Cangkringan," katanya.

Rofiq mengatakan secara keseluruhan lahan tanaman kopi yang sudah tidak produktif dan akan diregenerasi tersebut seluas 50 hektare. "Nantinya akan disediakan sebanyak 50 ribu stek tanaman baru. Budi daya menggunakan stek, setiap satu hektarenya disediakan seribu stek tanaman baru," katanya.

Ketua Koperasi Usaha Bersama (KUB) Kebun Makmur yang menjadi wadah petani kopi di Sleman, Sumijo mengatakan tanaman kopi di lereng Merapi berjenis arabika dan robusta. "Kondisi tanaman kopi di lereng Merapi saat ini memang banyak yang perlu diperbarui," katanya.

Menurut dia, untuk kopi arabika produktif bisa sampai antara 10 hingga 25 tahun. Sementara, robusta sampai 50 tahun. "Yang tidak terkena erupsi Merapi memang ada yang mulai harus diregenerasi. Sementara yang terkena erupsi pada 2010, usianya malah lebih dari itu. Sudah diregenerasi dengan tanaman baru sejak 2012," katanya.

Ia mengatakan penambahan populasi tanaman kopi di lahan bekas terkena awan panas Merapi juga terus dilakukan. Rencananya pada akhir 2015 hingga awal 2016 kembali menanam sebanyak 10 ribu bibit baru. "Nantinya disebar di lahan di Kecamatan Cangkringan, untuk lahan sekitar sepuluh hektare," katanya.
V001



Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026