Logo Header Antaranews Jogja

Bantul masih mendatangkan ikan dari luar daerah

Rabu, 10 Juni 2015 19:36 WIB
Image Print
Ilustrasi, Ikan Air Tawar (foto deptan)

Bantul, (Antara Jogja) - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih mendatangkan ikan dari luar daerah untuk mencukupi kebutuhan permintaan masyarakat maupun warung kuliner ikan di daerah ini.

"Kalau mengandalkan produksi ikan dari nelayan setempat, kita (Bantul) masih kurang, makanya perlu mengambil dari luar," kata Kasi Bina Usaha Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul Umi Fauziah di Bantul, Rabu.

Menurut dia, Kabupaten Bantul yang berada di pantai selatan memiliki potensi di sektor perikanan laut, namun produksi ikan tangkap belum mampu mencukupi kebutuhan, terutama komoditas ikan yang tidak ada di pantai selatan Bantul.

"Kemungkinan banyak yang mendatangkan dari luar, selain dari Sadeng (pelabuhan ikan di Gunung Kidul) juga Semarang (pantai utara), pedagang-pedagang ikan dari sana yang masuk ke Bantul banyak sekali," katanya.

Ia mengatakan, meski mendatangkan ikan dari luar Bantul, ikan hasil tangkapan nelayan Bantul juga dipasok ke beberapa daerah seperti ke wilayah Jakarta, terutama komoditas yang banyak ditangkap di perairan selatan seperti layur dan bawal.

"Untuk meningkatkan produksi, kami ada kegiatan pembinaan kelompok, termasuk kelompok pengolah pemasar hasil perikanan. Pemerintah kabupaten juga memberikan bantuan sarana prasarana," katanya.

Ketua Komisi D DPRD Bantul Widodo mengatakan pihaknya mendorong agar pemerintah membangun dermaga untuk tempat pemberhentian kapal ikan di pantai selatan untuk mendukung peningkatan produksi perikanan tangkap.

Bantul mempunyai kapal ikan bantuan pemerintah dengan potensi perikanan tangkap laut di sepanjang pantai selatan tersebut, saat ini belum mempunyai semacam tempat berlabuh perahu-perahu maupun kapal ikan.

"Kapal milik Bantul selama ini masih titip di Sadeng, sehingga hasil perikanan nelayan Bantul di Sadeng hanya bisa dinikmati orang-orang sana (Gunung Kidul). Mungkin, kalau ada dermaga (hasil perikanan) bisa menjadi milik Bantul," katanya.***1***

(KR-HRI)



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026