
BI: inflasi DIY di kisaran 0,35 persen

Jogja (Antara Jogja) - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta, Arief Budi Santoso memperkirakan inflasi pada Agustus 2015 di daerah itu masih di kisaran 0,35 persen.
"Tidak jauh dari inflasi dua bulan yang lalu di kisaran 0,35 persen bahkan bisa lebih rendah karena harga komoditas cenderung stabil," kata Arief di Yogyakarta, Selasa.
Menurut Arief, tingkat inflasi pada Agustus 2015 tidak terpengaruh oleh gejolak kenaikan harga daging sapi seperti di DKI Jakarta, sebab persediaan daging maupun populasi sapi hidup di DIY masih cukup melimpah.
"Di Yogyakarta tidak ada pengaruh gejolak harga sapi. Sapi impor juga tidak ada yang masuk," kata dia.
Kendati demikian, Arief menilai justru inflasi di DIY dapat dipengaruhi oleh hasil pertanian yang memiliki kemungkinan terganggu kemarau panjang akibat fenomena El-Nino.
Oleh sebab itu, disamping meminta pemerintah kabupaten/kota menjaga stok enam komoditas seperti daging sapi, daging ayam, cabai, bawang merah, beras, serta telur, ia juga mengimbau agar dinas pertanian terus memantau stok komoditas pangan hasil pertanian.
"Kami sudah meminta agar dinas pertanian kabupaten terus meng-`update` stok hasil pertanian di daerah masing-masing," kata dia.
Selain itu, Arief mengatakan KPBI DIY juga meningkatkan pendampingan kelompok tani seperti Gunung Kidul, Kulon Progo, Sleman, dan Bantul untuk mengembangkan pengolahan hasil pertanian sesuai karakter wilayah masing-masing.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta, Sutarno mengatakan saat ini populasi keseluruhan jenis sapi, baik jantan maupun betina di DIY saat ini mencapai 322.750 ekor, meningkat dari 2014 yang tercatat 302.011 ekor. Sedangkan untuk persediaan sapi jantan siap potong pada 2015 mencapai 60 ribu ekor. "Bahkan untuk keperluan Idul Adha nanti kami bisa memasok untuk Jawa Barat dan DKI Jakarta," kata dia.
(L007)
Pewarta : Oleh Luqman Hakim
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
