Logo Header Antaranews Jogja

Dinas Kebudayaan DIY akan mengeglar teater kolosal

Rabu, 21 Oktober 2015 13:28 WIB
Image Print
ilustrasi. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/sgd/13 ()

Bantul (Antara Jogja) - Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta bekerja sama dengan teaterawan muda provinsi setempat akan menggelar pementasan teater kolosal di Lapangan Paseban, Kabupaten Bantul, pada 24 Oktober 2015.

"Kegiatan ini akan melibatkan pelaku seni sekitar 260 orang yang berasal dari berbagai komunitas teater, mahasiswa dan pelajar se Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)," kata sutradara kegiatan Ahmad Hasfi Asmaralaya di Bantul, Rabu.

Menurut dia, pementasan teater kolosal ini diberi judul "Rebutan Cupu Manik Hasthagina" dan kutipan "Aluwung waspada tinimbang lali (lebih baik waspada daripada lupa)" yang merupakan tafsir ulang perkataan pujangga Ranggawarsita.

Ahmad Hasfi mengatakan, kegiatan ini sengaja melibatkan sebagian besar dari kalangan generasi muda, karena untuk memberikan kesempatan kepada mereka menunjukkan sumbangsih dengan kegiatan kesenian yang berkualitas.

"Kegiatan ini sebagai bentuk pengembangan nilai-nilai luhur untuk membentuk jatidiri bangsa. Melalui pentas teater ini diharapkan masyarakat akan mendapatkan pencerahan," katanya.

Ia mengatakan, pementasan Rebutan Cupu Manik Hasthagina akan dikemas secara menarik dengan mengusung konsep audiovisual, penataan cahaya, tata panggung, dan live musik yang dikombinasikan dengan tarian, menggunakan tiga panggung dengan kapasitas besar.

"Pematangan konsep cerita sangat ditekankan. Dengan dukungan aktor, tim musik, tim artistik, dan tim tari yang profesional, pementasan ini tentunya tidak sekadar tontonan biasa." katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Rekayasa Budaya Dinas Kebudayaan DIY Agus Amrullah, mengatakan kalau kegiatan ini merupakan oase di tengah serbuan tontonan-tontonan sinetron dan televisi yang kurang memiliki kedalaman.

Ia mengatakan, pementasan ini adalah perpaduan dari teater modern, tari, seni tradisi, musik, sastra, dan audivisual dengan didukung teknologi-teknologi untuk menunjang totalitas pemanggungan, dengan bentuk pertunjukan tersebut, diharapkan masyarakat luas akan tertarik untuk mengapresiasi.

"Semoga pertunjukan ini bermanfaat untuk pemain maupun penonton, sehingga mereka tidak sekadar mementaskan peran-peran dalam naskah, tetapi mereka bisa menyampaikan pesan positif lewat pertunjukan ini," katanya.

KR-HRI



Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026