Taman Kehati Banteng lestarikan tumbuhan endemik Merapi

id hutan merapi

Taman Kehati Banteng lestarikan tumbuhan endemik Merapi

Tanam pohon di lereng Gunung Merapi (Foto antaranews.com)

Sleman (Antara Jogja) - Penjabat Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Gatot Saptadi berharap Taman Kehati dan Arboretum Bambu yang berada di Padukuhan Banteng, Kecamatan Pakem, dapat menjadi penjaga kelestarian tumbuhan endemik hutan Gunung Merapi.

"Tujuan pembangunan Taman Kehati ini adalah untuk melestarikan tanaman endemik Gunung Merapi yang hampir setiap empat tahun terjadi erupsi, yang menyebabkan flora fauna khususnya dikawasan lereng Gunung Merapi banyak yang musnah atau rusak," kata Gatot Saptadi, Jumat.

Taman Kehati dan Arboretum Bambu ini memiliki luas 1,8 hektare dan pengelolaannya dilaksanakan oleh Desa Hargobinangun, Pakem dengan menunjuk kelompok masyarakat (Kotika).

"Dengan melibatkan peran serta masyarakat diharapkan Taman Kehati dan Arboretum Bambu ini dapat terawat dengan baik dan memiliki manfaat yang besar bagi masyarakat," katanya.

Ia mengatakan, Pemkab Sleman juga mengucapkan apresiasi kepada semua pihak yang telah bersama-sama bersinergi dengan pemerintah Kabupaten Sleman dalam mewujudkan Taman Kehati dan Arboretum Bambu ini.

"Ucapan terima kasih terutama kepada pihak Bank CIMB Niaga, PT Pertamina DPPU Adisutjipto dan juga Institut Pertanian Yogyakarta yang telah bersama-sama masyarakat Dusun Banteng Hargobinangun Pakem sehingga kedepan dapat melestarikan tanaman endemik Merapi," katanya.

Gatot mengatakan, pengembangan tanaman bambu ini juga diharapkan dapat memiliki nilai ekonomi yang tinggi sebagai tanaman hasil hutan bukan kayu.

"Pemkab Sleman telah menetapkan bambu sebagai tanaman hasil hutan bukan kayu, hal ini untuk mendukung banyaknya industri khususnya UKM yang bergerak di bidang pengolahan bambu di Kabupaten Sleman," katanya.

Penjabat bupati juga berharap agar masyarakat juga manfaatkan lahan dengan menanami tanaman juga menjaga kelestarian lingkungan.

"Lahan yang sempit dapat ditanami tanaman kecil dan rerumputan, namun jika masih memiliki luas lahan yang memadai, tanamlah pohon buah-buahan seperti kepel, mangga, atau sirsak yang mudah tumbuh," katanya.

Selain buahnya dapat dinikmati, kata dia, perakaran tanaman keras tersebut mampu menyerap air lebih baik sebagai persediaan air ketika musim kemarau tiba.

"Selain dengan menanam tanaman, kita juga bisa membuat biopori di halaman rumah untuk menampung air hujan yang jatuh ke tanah," katanya.

(V001)
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar