Dishub belum dapat realisasikan pengadaan timbangan portabel

id timbangan truk

Dishub belum dapat realisasikan pengadaan timbangan portabel

Ilustrasi truk pasir(antarafoto.com)

Bantul, (Antara Jogja) - Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. belum bisa merealisasikan pengadaan timbangan portabel bagi truk bermuatan karena usulannya tidak disetujui dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2016.

"Ada beberapa usulan pada tahun 2016 yang memang tidak bisa dilaksanakan, seperti timbangan portabel itu belum bisa karena anggaran daerah terbatas," kata Kepala Dinas Perhubungan Bantul Suwito di Bantul, Selasa.

Menurut dia, pihaknya telah mengusulkan ke pemerintah daerah mengenai pengadaan timbangan portabel untuk mengawasi muatan kendaraan berat, terutama truk pengangkut pasir yang sering kali melintas di ruas wilayah Bantul.

Usulan tersebut, lanjut dia, belum bisa direalisasikan pada tahun depan karena pemerintah daerah memprioritaskan anggaran untuk kegiatan lain yang lebih mendesak sehingga Dishub diminta untuk menunda pengadaan alat timbang itu.

"Kalau berdasarkan penghitungan itu butuh anggarannya sekitar Rp500 juta. Sebenarnya kalau dari sisi kebutuhan, Bantul butuh timbangan portabel. Hal ini penting untuk penegakan truk atau kendaraan berat yang melebihi muatan tonase," katanya.

Meski usulan tersebut belum bisa direalisasikan 2016, menurut dia, ada kemungkinan pihaknya mengusulkan kembali pada APBD Perubahan 2016. Namun, jika tidak mempunyai anggaran, akan diusulkan pada tahun 2017.

Suwito mengatakan bahwa usulan timbangan portabel untuk muatan truk tersebut awalnya dilakukan karena pihaknya sampai saat ini masih kesulitan menindak maupun menertibkan truk pengangkut pasir dari Sungai Progo yang melintas di Bantul.

"Kami belum punya alat untuk mengukur muatan truk sehingga kami tidak tahu apakah truk-truk yang melintas itu melanggar atau tidak. Makanya, perlu kami usulkan melalui pemerintah provinsi (DIY)," katanya.

Jika direalisasikan, kata dia, bisa digunakan secara pindah-pindah, terutama di wilayah yang sering menjadi jalur truk pasir dari Sungai Progo yang terdapat di Srandakan Bantul.

Ia menyebutkan beberapa jalur wilayah Bantul yang sering dilalui truk pengangkut pasir itu, antara lain Jalan Srandakan sampai Palbapang ke timur menuju simpang Bakulan dan Piyungan sebelum sampai wilayah Prambanan.***1***

(KR-HRI)

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.