
KJRI Johor kunjungi Sleman

Sleman (Antara) - Konsulat Jenderal Republik Indonesia Johor Malaysia melakukan kunjungan ke Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat.
Dalam kunjungan tersebut rombongan Konsulat Jenderal RI Johor Malaysia diterima Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun, mewakili Bupati Sleman.
Pada kesempatan tersebut wakil bupati Sleman didampingi antara lain Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ayu Laksmidewi, Kadin DIY, Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Sleman Purwatno Widodo.
Sedangkan rombongan KJRI Johor Malaysia sebanyak 20 orang dipimpin Konjen Ekonomi dengan didampingi para operator pariwisata yang tergabung dalam MATTA Johor.
Dalam sambutan tertulisnya Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan bahwa Kunjungan ini menjadi motivasi bagi Sleman untuk terus berupaya dalam peningkatan sektor pariwisata dan UKM di Kabupaten Sleman.
"Sekaligus diharapkan dengan kunjungan tersebut para operator pariwisata Malaysia dapat memperoleh referensi tujuan wisata di Kabupaten Sleman," katanya.
Menurut dia, letak Kabupaten Sleman strategis dengan daya tarik wisata Sleman berupa perpaduan antara karakter alam yang kuat, kebudayaan dan kepurbakalaan serta didukung dengan infrastruktur yang memadai dan tenaga kerja yang terampil serta terdidik menjadi daya dukung bagi sektor pariwisata.
"Gunung Merapi sebagai salah satu gunungapi teraktif di dunia menjadi kekuatan daya tarik pariwisata di Sleman," katanya.
Ia mengatakan, dengan karakteristik wilayah yang potensial bagi perkembangan pariwisata sekaligus optimalisasi pemberdayaan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Sleman juga telah mengembangkan desa wisata.
"Pengembangan desa wisata selain untuk menambah objek wisata juga bertujuan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat. Terlebih lagi pengembangan desa wisata di Sleman dipadukan dengan program kegiatan bidang lain seperti pertanian, perikanan dan perindustrian," katanya.
Saat ini Kabupaten Sleman telah mengembangkan 38 desa wisata beberapa diantaranya Desa Wisata Garongan sebagai desa wisata pertanian, Desa Wisata Kelor sebagai Desa Wisata Agro, Desa Wisata Gamplong sebagai Desa Wisata Kerajinan dan Desa Wisata Pulesari yang berada di lereng Gunung Merapi.?
"Optimalisasi potensi wisata di Kabupaten Sleman terbukti telah memberikan dampak positif terhadap animo wisatawan baik domestik dan mancanegara untuk berkunjung ke Kabupaten Sleman. Peningkatan jumlah wisatawan, kata dia, pada 2014 jumlah wisatawan yang berkunjung sebanyak 4.132.933 jiwa meningkat menjadi 5.214.914 jiwa pada 2015," katanya.
(V001)
Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
