Logo Header Antaranews Jogja

DKP pesimistis perikanan budi daya dapat bertahan

Kamis, 3 Maret 2016 21:12 WIB
Image Print
Ilsutrasi petani sedang panen ikan (Foto antarafoto)

Gunung Kidul, (Antara Jogja) - Dinas Keluatan dan Perikanan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pesimistis produksi perikanan budi daya dapat bertahan seiring larangan bantuan sosial dan hibah.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunung Kidul Agus Priyanto di Gunung Kidul, Kamis mengatakan bukan rahasia umum, hasil produksi perikanan budi daya tergantung dari bantuan pemerintah, sehingga saat bantuan berhenti, produksi perikanan juga berhenti.

"Sejak diberlalukannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah yang melarang bantuan sosial dan hibah, secara otomatis hasil produksi perikanan budidaya sejak 2015 menurun," kata Agus.

Ia mengakui budidaya lele, nila dan gurami di Gunung Kidul berkembang pesat karena ada bantuan, sehingga saat tidak ada bantuan, budidaya perikanan berhenti. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah kabupaten hingga pusat.

"Kita ketahui bersama budi daya perikanan darat belum menjadi mata pencaharian andalan bagi masyarakat. Mereka masih beranggapan budidaya ikan hanya pekerjaan sampingan. Hal inilah yang menyebabkan perikanan budidaya tidak dapat berkembang, dan jumlahnya semakin berkurang," katanya.

Saat masih ada bantuan sosial, kata Agus, jumlah kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) di Gunung Kidul sebanyak 489 kelompok. Namun, setelah bantuan sosial berhenti, pihaknya belum mendata kembali jumlah pokdakan di wilayah itu.

"Kami belum melakukan pendataan kembali setelah bantuan sosial dihentikan dan dampak el nino pada 2015," katanya.

Menurut dia, perikanan budi daya di Gunung Kidul dapat berjaya kembali, bila ada investor yang menanamkan modal dan membangun kolam di samping Sungai Oya di Kecamatan Palihan dan Playen. Lokasi di kecamatan tersebut sangat strategis untuk budi daya perikanan karena air tersedia sepanjang tahun.

"Informasinya ada calon investor perikanan yang tertarik membangun kolam perikanan di sekitar Sungai Oya. Kami sangat berharap mampu mendongkrak produksi perikanan budi daya di Gunung Kidul," kata dia.

Ketua Fraksi PKS DPRD Gunung Kidul Ari Wibawa mengharapkan pemerintah setempat membuat skema baru bantuan kepada pembudidaya supaya mampu menggerakan ekonomi masyarakat.

"Kami menyadari, larangan bantuan sosial dan hibah membuat dilema bagi pemerintah dalam memberikan bantuan kepada masyakat. Kami minta pemkab mencari skema lain dalam memberikan bantuan," kata Ari. ***1***

(KR-STR)



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026