
Kulon Progo butuh bantuan traktor

Kulon Progo, (Antara Jogja) - Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, membutuhkan bantuan traktor untuk mengolah lahan pertanian seluas 10.354 hektare.
"Kita baru mempunyai 799 traktor sehingga masih butuh tambahan traktor," kata Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertan) Kulon Progo Bambang Tri Budi saat menyerahkan bantuan traktor kepada kelompok tani di Kulon Progo, Senin.
Ia mengatakan kalau indeks rasio satu traktor untuk mengolah lahan delapan hingga sembilan hektare, maka idealnya traktor yang dibutuhkan sebanyak 1.000 unit.
Ia mengatakan pada dasarnya di Kulon Progo terdapat 880 unit traktor, tetapi sebanyak 81 unit traktor rusak dan hilang. Jadi, total kekurangan traktor di Kulon Progo sebanyak 180 unit.
Ia berharap pemerintah pusat menambah bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk percepatan modernisasi sektor pertanian. Hal ini mengingat tenaga pertanian di Kulon Progo semakin berkurang karena generasi muda belum tertarik menjadi petani.
"Kalau ditambah dengan bantuan traktor sebanyak 21 unit dari Kementerian Pertanian (Kemtan), maka total traktor yang ada sebanyak 820 unit. Sehingga total kekurangan alat pertanian sebanyak 180 unit," kata.
Ia mentargetkan produktivitas tanaman padi mencapai 10 ton per hektare gabah kering panen (gkp). Saat ini produktivitas tanaman padi baru mencapai 6,8 ton per hektare gkp.
"Tanpa perjuangan petani, target produktivitas pertanian 10 ton per hektare gkp tidak akan terwujud. Potensi produktivitas pertanian di Kulon Progo lebih di atas 10 ton hektare," katanya.
Wakil Bupati Kulon Progo Sutedjo mengharapkan petani di wilayah ini harus dinamis, dan mampu melakukan inovasi supaya produktivitas pertanian meningkat.
"Jangan menjadi petani dengan ilmu stabil. Petani harus selalu meningkatkan produktivitas pertanian yang mereka hasilkan," katanya. ***3***
(KR-STR)
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
