Bantul (Antara) - Kantor Pengelolaan Pasar Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendorong pembentukan koperasi yang beranggotakan pedagang pasar tradisional agar mereka mendapat kemudahan dalam mengakses bantuan permodalan.
"Kami ada program pembentukan koperasi pedagang, dan hingga triwulan pertama 2016 sudah ada lima pasar yang kami latih dan diarahkan pada pembentukan koperasi pedagang pasar," kata Kepala Kantor Pengelolaan Pasar Bantul Slamet Santosa di Bantul, Rabu.
Menurut dia, dari sebanyak 32 pasar tradisional yang tersebar di 17 kecamatan se-Bantul, baru terbentuk tiga koperasi pedagang pasar yaitu di Pasar Bantul, Pasar Barongan dan Pasar Piyungan.
Dari tiga koperasi pedagang pasar tersebut, kata dia, hanya satu koperasi yang aktif menjalankan fungsinya serta melakukan aktivitas seperti mengadakan rapat anggota, yaitu Pasar Bantul yang merupakan pasar tradisional terbesar di daerah itu.
"Yang aktif kita dukung, sementara yang dua koperasi mati suri kita lakukan pendampingan dengan melibatkan sumber daya manusia (SDM) dari Disperindagkop (Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi)," katanya.
Ia mengatakan, sementara pasar tradisional di Bantul yang belum membentuk koperasi terus didorong membentuk koperasi simpan pinjam yang bisa memberikan pinjaman modal usaha kepada pedagang pasar, sehingga usahanya semakin berkembang.
"Pada 2016 ini ada 18 paket pelatihan bagi pedagang pasar untuk diarahkan membentuk koperasi, dalam arti koperasi yang resmi dan yang berbadan hukum serta tidak hanya secara administratif saja. Ini sebagai solusi penambahan modal bagi pedagang," katanya.
Slemet mengatakan, sebab sesuai perundang-undangan terbaru bahwa semua bantuan maupun hibah dari pemerintah daerah harus diberikan kepada penerima atau kelompok yang berbadan hukum, sementara koperasi secara kelembagaan sudah berbadan hukum.
"Memang tidak mudah untuk membentuk koperasi, karena harus ada AD/ART juga, namun kita punya mitra untuk dampingi. Dan lima pasar yang sudah kita latih itu yaitu Pasar Gumulan, Pasar Ngangkruksari, Pasar Ngipik, Pasar Sungapan dan Pasar Dlingo," katanya.
Pihaknya berharap pembentukan koperasi pedagang pasar, selain pengurusnya melibatkan pedagang juga para tukang parkir. Bahkan pihaknya menyarankan pengurus menunjuk seorang manajer yang mempunyai kapasitas agar pengelolaannya bisa maksimal.
(KR-HRI)
