Kampung Flory diminati wisatawan minat khusus

id Kampung Flory diminati wisatawan minat khusus

Kampung Flory diminati wisatawan minat khusus

Desa wisata (Foto Istimewa)

Sleman, (Antara Jogja) - Kampung Flory di Dusun Jugang Pangukan, Tridadi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, diminati wisatawan minat khusus yang ingin belajar tentang tanaman hias, perkebunan, dan pertanian.

"Sejak didirikan dua tahun lalu, minat masyarakat untuk berkunjung ke Kampung Flory terus meningkat, baik yang sekadar `refreshing` satu hari maupun yang ingin belajar," kata pembina Kampung Flory Sudihartono, Sabtu.

Menurut dia, tempat ini rutin dikunjungi peserta magang dari berbagai daerah yang ingin belajar mengenai cara wirausaha di bidang agribisnis pertanian.

"Kami memiliki rencana menjadikan kawasan ini destinasi wisata edukatif. Berbagai sarana pendukung seperti taman edukatif, tanaman buah/bunga dalam pot (tabulampot), sayur mayur, dan tanaman obat keluarga sudah kami siapkan," katanya.

Ia mengatakan, keinginan menjadikan kawasan seluas dua hektare ini sebagai agrowisata tidak lepas dari rasa keprihatinan kelompok taruna tani yang mengelola usaha ini, karena ketertarikan generasi muda terhadap bidang pertanian terus berkurang.

"Kaum muda, terutama di daerah ini lebih memilih bekerja di sektor nonpertanian karena dirasa lebih menguntungkan dari segi pendapatan," katanya.

Sudihartono mengatakan, sesungguhnya agribisnis bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan asalkan dikelola dengan baik. Terlebih kebutuhan tanaman hias dan "landscape" terus meningkat seiring maraknya pembangunan hotel, apartemen, taman kota, perumahan, wahana rekreasi, dan perkantoran.

"Selama ini, 80 persen kebutuhan taman dipasok dari luar DIY. Ini sebenarnya peluang bagi pelaku agribisnis lokal. Kami selama ini sering menerima order dari hotel dan instansi pemerintah untuk pembuatan taman kota," katanya.

Ia mengatakan, tahun depan, kelompok tani Flory yang dikelola 20 anggota ini menargetkan menambah beberapa "nursery" (area persemaian bibit).

Sekretaris Kelompok Taruna Tani Flory, Surono mengatakan, Kampung Flory rencananya diresmikan Gubernur DIY Sri Sultan HB X Mei 2016. Sejumlah agenda telah disusun seperti festival memedi sawah, penghijauan dan tebar bibit ikan di Sungai Bedog, serta seminar pertanian.

"Tahun ini kami akan membangun museum Omahe Pak Tani sebagai pendukung wisata edukatif yang bersinergi dengan usaha kuliner. Sekarang juga sedang disiapkan sarana outbond," katanya.





(U.V001)
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar