Logo Header Antaranews Jogja

BLH Bantul uji sampel air Sungai Bedog

Rabu, 8 Juni 2016 20:41 WIB
Image Print

Bantul (Antara Jogja) - Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah mengambil sampel air dari aliran Sungai Bedog untuk dilakukan uji laboratorium menyusul kematian mendadak ratusan ikan.

"Kami sudah mengambil sampel air di Sungai Bedog untuk diuji di laboratorium, dari Dinas Kesehatan (Dinkes) juga sudah mengambil sampel di air sumur warga sekitar, kebetulan lokasi pengujian oleh BLH dan Dinkes berdekatan," kata Kepala BLH Bantul, Edy Susanto di Bantul, Rabu.

Menurut dia, pengambilan sampel air sungai Bedog untuk memastikan penyebab kematian ratusan ikan beberapa hari lalu, sementara pegambilan sampel air sumur wargai setempat untuk mengetahui apakah air sumur warga tercemar limbah seperti yag dikeluhkan warga.

Seperti diketahui ratusan ikan di aliran sungai Bedog mengalami kematian mendadak selama tiga kali dalam dua minggu terakhir, bahkan dalam waktu yang bersamaan sumur-sumur warga dilaporkan tercemar yang oleh warga diduga diakibatkan limbah cair yang dibuang pabrik di wilayah Kasihan.

"Butuh waktu sekitar dua minggu untuk mengetahui hasilnya (uji laboratorium). Sambil menunggu hasilnya kami meminta pabrik meminimalkan dampak limbahnya agar tidak terulang kembali, kami juga sarankan IPAL segara jadi," katanya.

Meski begitu, kata dia, instansinya belum bisa memastikan penyebab kematian ratusan ikan itu, sebab banyak faktor yang menyebabkan ikan-ikan mati, misalnya kandungan oksigen rendah mengingat Sungai Bedog wilayah Bantul merupakan daerah hilir sungai.

Edy mengatakan, diakui pabrik gula dan spritus di kawasan Kecamatan Kasihan Bantul itu membuang limbah di Sungai Bedog yang mengalir ke wilayah Pajangan dan Pandak, sebab meski pabrik sudah memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), tetapi belum maksimal.

"Pihak pabrik sudah ada komitmen dalam mengelola IPAL, itu lambat karena mereka kesulitan mencari teknologi yang tepat untuk menangani limbah. Mereka menyatakan kini sudah memiliki teknologi pengolahan limbah menjadi pupuk," katanya.

Ia juga mengatakan, pabrik gula dan spiritus yang beroperasi sejak lama itu selama ini tidak mengalami masalah, hanya saja beberapa waktu lalu saja terjadi kematian ratusan ikan di Sungai Bedog yang menjadi tempat pembuangan sebagian limbah cair pabrik.

"Dugaan lain kemungkinan ikan mati karena konsentrasi limbah cair yang dibuang terlalu tinggi, sebab saat ini sudah musim kemarau sehingga debit air sungai turun. Tiap bulan kami mengambil air di lima sungai, semua masih dalam ambang batas baku mutu," katanya.


(KR-HRI)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026