
PMI DIY segera integrasikan SIM donor

Jogja (Antara) - Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta segera mengintegrasikan Sistem Informasi Manajemen donor darah di Unit Tranfusi Daerah lima kabupaten/kota agar masyarakat mudah memantau informasi stok darah secara terpadu.
"Sistem Informasi Manajemen (SIM) donor darah akan segera kami integrasikan sehingga masyarakat lebih mudah memantau stok darah secara realtime dan terpadu," kata Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Warjiyani di Yogyakarta, Kamis.
Menurut Warjiyani, SIM donor darah telah diterapkan di Unit Tranfusi Darah (UTD) lima kabupaten/kota sejak 2012. Hanya, sistem berbasis teknologi informasi itu masih diterapkan secara parsial per kabupaten.
"Nanti akan diintegrasikan satu server dengan SIM di PMI DIY," kata dia.
Sistem Informasi manajemen pendonor yang didasarkan basis data pendonor tetap yang ada di wilayah tersebut, selama ini bisa digunakan untuk pengembangan berbagai program, termasuk "SMS gateway" atau pesan singkat melalui telepon genggam ke pendonor untuk menginformasikan bahwa pendonor dapat kembali melakukan donor darah.
"Dengan adanya SIM ini kami berharap semakin meningkatkan jumlah darah yang didonorkan," kata dia.
Ia menyebutkan untuk persediaan darah Unit Transfusi Darah (UTD) PMI se-DIY per hari ini atau Kamis (22/9) mencapai 1.283 kantong darah. Paling banyak di PMI Kota Yogyakarta mencapai 587 kantong darah, disusul Kabupaten Bantul 241 kantong darah, Sleman 224 kantong darah, Gunung Kidul 181 kantong darah dan Kulon Progo 50 kantong darah.
"Selama ini stok darah di DIY mencukupi. Stok seluruh UTD kabupaten penuh," kata dia.
(L007)
Pewarta : Luqman Hakim
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
