Logo Header Antaranews Jogja

Bantul prediksi harga sembako naik lima persen

Sabtu, 24 Desember 2016 22:07 WIB
Image Print
kebutuhan pokok (FOTO ANTARA)

Bantul (Antara) - Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memprediksi harga sejumlah kebutuhan pokok strategis pada minggu terakhir Desember 2016 naik lima persen dari sebelumnya.

"Minggu kedua Desember 2016 sudah ada kenaikan harga sebesar lima persen, dan diprediksi dalam satu-dua minggu ke depan perkiraannya naik lagi lima persen," kata Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop Bantul Sahadi Suparjo di Bantul, Sabtu.

Menurut dia, kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok strategis pada minggu terakhir Desember ini karena bertepatan dengan libur akhir tahun sejak Natal dan Tahun Baru, sebab selama libur kebutuhan pangan masyarakat meningkat.

Ia mengatakan harga kebutuhan pokok strategis yang diprediksi naik di antaranya beras medium yang pekan ini harganya Rp9000 per kg, daging ayam broiler yang harganya Rp32 ribu per kg dan gula pasir yang dijual kisaran Rp13 ribu per kg.

"Dan mudah-mudahan apa yang diperlukan masyarakat terhadap kebutuhan pokok strategis itu tetap ada, tidak mengalami kesulitan, dan jikapun ada kenaikan harga tidak terlalu signifikan," katanya.

Sahadi mengatakan, guna menjamin pasokan kebutuhan pokok strategis ke pedagang pasar tradisional setempat tetap lancar, pihaknya terus berkoordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait dan pedagang.

"Di Bantul ada sebanyak 64 pasar tradisional baik yang di bawah koordinasi pemkab maupun pasar desa, semua menyediakan barang kebutuhan pokok strategis, dan mudah-mudahan mencukupi kebutuhan," katanya.

Pihaknya juga mengintensifkan pemantauan stok dan harga kebutuhan pokok di pasar , termasuk melakukan pengawasan produk makanan dan minuman di pasar, toko dan swalayan antisipasi barang-barang yang tidak layak jual masih diperjualbelikan.

"Sudah ada beberapa toko yg kami datangi dan memang masih ada produk tidak layak masih dijual. Kami sampaikan ke bagian manajemen untuk tidak menjual, dan ada beberapa sampel yang kami amankan," katanya.

(KR-HRI)



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026