
TPID DIY mengimbau masyarakat tidak melakukan aksi borong bahan pokok

Yogyakarta (ANTARA) - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Daerah Istimewa Yogyakarta mengimbau masyarakat di Kabupaten Gunungkidul tidak melakukan aksi borong atau 'panic buying' terhadap bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Masyarakat tidak perlu khawatir karena pasokan aman dan harga terkendali. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan apalagi 'panic buying' dalam menyambut hari raya," kata Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda DIY Eling Priswanto saat meninjau harga bahan pokok di pasar wilayah Gunungkidul, Rabu.
Menurut dia, Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu tujuan utama mudik, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi terhadap lonjakan permintaan selama momen Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Oleh karena itu, salah satu langkah yang disiapkan adalah mengutamakan pemenuhan komoditas untuk kebutuhan internal daerah serta memperkuat Kerja Sama Antar Daerah (KAD) untuk mendistribusikan komoditas yang berlebih ke wilayah yang membutuhkan.
"Sedangkan dari sisi pengendalian harga, TPID DIY konsisten menerapkan strategi 4K yakni, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga dan komunikasi efektif," katanya.
Dia juga mengatakan dari hasil pantauan di sejumlah pasar rakyat menunjukkan bahwa harga komoditas pokok, khususnya beras, masih stabil dan terkendali.
"Jika terdapat kenaikan harga, hal tersebut dinilai masih dalam batas kewajaran polanya menjelang hari raya," katanya.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan produktivitas padi daerah ini rata-rata sembilan hingga 10 ton gabah per hektare, dengan wilayah Wonosari dan Playen menjadi sentra produksi utama yang didukung modernisasi peralatan pertanian.
"Kondisi ini membuat wilayah Gunungkidul mengalami surplus beras, bahkan surplus ini juga didorong oleh budaya petani setempat yang menyimpan sebagian hasil panen sebagai cadangan pangan keluarga," katanya.
Menurut dia, kelancaran produksi beras di Gunungkidul tidak lepas dari dukungan berbagai pihak.
Selain bantuan alat mesin pertanian, juga dukungan berupa alat penggilingan padi, mobil operasional, hingga bantuan alat pengering untuk menjaga kualitas hasil panen.
"Ketua kelompok tani sudah memiliki identifikasi mengenai masa panen, sehingga kebutuhan beras untuk masyarakat maupun ASN yang diwajibkan membeli produk lokal dapat terpenuhi dengan baik tanpa harus mengambil pasokan dari luar daerah," katanya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
