
Pasar modal menjadi mata kuliah di UGM

Yogayakarta, (Antara Jogja) - Materi mengenai pasar modal akan masuk menjadi salah satu mata kuliah pilihan di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Yogyakarta mulai semester genap 2017.
Masuknya materi pasar modal sebagai mata kuliah di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada merupakan hasil penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara manajer The Indonesia Capital Market Institute (TICMI) Abdi Kristanto dengan Dekan FEB Eko Suwardi di UGM, Jumat.
"Kerja sama ini dilakukan untuk menghasilkan SDM pasar modal profesional," kata Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) DIY Irfan Noor Riza seusai acara penandatanganan MoU itu.
Menurut Irfan, TICMI merupakan anak perusahaan BEI yang selama ini dibentuk khusus untuk memberikan sertifikasi pasar modal. Sehingga dalam kerja sama penyelenggaraan mata kuliah itu, sejumlah tenaga dari TICMI akan terlibat sebagai pengajar dibantu pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, serta sejumlah pengajar dari FEB UGM sendiri.
Pada masa akhir perkuliahan, menurut dia, TICMI juga akan memfasilitasi kesempatan magang bagi mahasiswa di BEI, Kliring?dan Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia?(KSEI). Setiap lulusan yang mengambil konsentrasi pasar modal juga akan diberikan sertifikat standar profesi pasar modal.
Menurut Irfan selain bertujuan mencetak SDM pasar modal yang memiliki sertifikat profesi, kehadiran mata kuliah itu sangat penting karena hingga saat ini jumlah mahasiswa yang mengerti mengenai pasar modal serta karier di pasar modal masih minim.
"Kami menyadari mahasiswa saat ini lebih banyak mengenal aspek perbankan dan asuransi, dibanding pasar modal," kata dia.
Ia berharap dengan dibukanya mata kuliah tersebut, pertumbuhan industri pasar modal di DIY akan berkembang pesat. Meski demikian, Irfan mengakui kontribusi kalangan akademisi atau mahasiswa terhadap pertumbuhan investor di daerah itu sudah cukup baik.
Dari sebanyak 26.000 investor pasar modal yang tercatat di BEI DIY, 3 persen di antaranya merupakan kalangan mahasiswa atau dosen.
Selain dengan FEB UGM, menurut dia, dalam waktu sekat TICMI juga akan menjalin kerja sama serupa dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
"Dengan UNY kami sudah dalam tahap penjajakan," kata Irfan.
(T.L007)
Pewarta : Luqman Hakim
Editor:
Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
