Desa Wukirsari libatkan anak PAUD simulasikan bencana

id simulasi

Bantul (Antara Jogja) - Pemerintah Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar simulasi bencana dengan melibatkan ratusan anak pendidikan usia dini untuk a memberikan pemahaman kesiapsiagaan bencana sejak dini.

"Kami sengaja meilibatkan anak-anak PAUD biar mereka tahu dan bisa melaksanakan penyelamatan diri kalau terjadi bencana," kata Lurah Desa Wukirsari Bayu Kristyo Bintoro usai simulasi bencana di Balai Desa Wukirsari Bantul, Rabu.

Menurut dia, simulasi bencana berupa gempa bumi dan tanah longsor di Desa Wukirsari yang diikuti ratusan anak PAUD dari wilayah setempat ini merupakan kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Nasional 2017.

Bayu menjelaskan dipilihnya anak PAUD untuk sasaran simulasi bencana karena desa ingin memberikan pengetahuan tentang kebencanaan sejak dini sehingga ketika suatu saat terjadi bencana bisa faham apa yang harus dilakukan.

"Harapannya mereka menjadi tahu apa yang dilakukan karena sudah dikasih tahu. Kami juga ingin masyarakat bisa berdamai dengan alam dan bencana, dan sebelum ada bencana kita sudah siap dulu," katanya.

Ia mengatakan wilayah Desa Wukirsari memiliki potensi bencana alam seperti tanah longsor karena memang sebagian wilayahnya berada di lereng perbukitan, kemudian gempa bumi karena daerah ini disebut-sebut berada di jalur gempa.

"Gempa bumi pada 2006 wilayah Wukirsari hancur karena terkena dampak parah, dan banyak korban maka simulasi bencana ini tujuannya bagaimana meminimalkan korban bencana," katanya.

Ia mengatakan Wukirsari masuk rawan bencana sehingga simulasi bencana terus dilakukan, bahkan simulasi sudah dilakukan enam kali baik tanah lonsor, kebakaran dan banjir dengan melibatkan masyarakat minimal 200 orang sejak 2006.

"Kalau untuk fasilitas yang dibangun desa sudah secara keseluruhan, misalnya di setiap dusun sudah ada tempat evakuasi berupa joglo atau pendopo dengan konstruksi tahan gempa. Di situ juga jadi pusat koordinasi ketika ada bencana," katanya.
KR-HRI
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar