
Bantul latih pengelola wisata buat topi pandan

Bantul (Antara Jogja) - Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyiapkan pelatihan pembuatan topi dari daun pandan bagi pengelola wisata maupun masyarakat di sekitar desa wisata di daerah ini.
"Rencananya pada awal bulan puasa ini masyarakat di kawasan desa wisata atau pantai akan kita berikan pelatihan untuk membuat topi pandan," kata Sekretaris Dinas Pariwisata Bantul Jati Bayu Broto di Bantul, Kamis.
Menurut dia, pelatihan pembuatan topi dari daun pandan ini bertujuan untuk memunculkan kembali kerajinan aksesoris bagi kepala itu yang dulu pernah berkembang dan tren di Bantul namun sekarang sudah tenggelam.
"Arah kita nantinya topi pandan ini untuk kita jadikan sebagai ikon cendera mata khas di Bantul yang berapa tahun lalu sudah pernah tren," katanya.
Ia menjelaskan, dipilihnya topi pandan sebagai cendera mata khas Bantul karena selain bermanfaat bagi wisatawan pantai selatan untuk menutupi kepala dari panas matahari juga bahan bakunya mudah didapatkan di Bantul.
"Kita pilih topi pandan karena bahan bakunya ada di pantai, sumber daya manusia (SDM) tenaga kerja dari ibu-ibu juga banyak. Daun pandan banyak dikembangkan petani," katanya.
Ia berharap, ketika masyarakat maupun pengelola wisata dapat membuat kerajinan topi pandan, cendera mata itu bisa dijajakan di kawasan wisata untuk menambah pendapatan dan peningkatan ekonomi masyarakat.
"Apalagi topi ini harganya murah dan di pantai wisatawan membutuhkan. Saat ini Kita sudah mulai siapkan mencari pelatih atau instrukturnya, tinggal menunggu waktunya, mudah-mudahan puasa ini bisa jalan," katanya. KR-HRI
Pewarta : Heri Sidik
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
