Peci rajut Bantul dipasarkan sampai Malaysia

id topi rajut bantul

Peci rajut Bantul dipasarkan sampai Malaysia

Produk kerajinan peci rajut Dusun Mintoragan, Wirokerten, Banguntapan, Bantul, DIY, dipasarkan hingga Malaysia. (Foto ANTARA/Sidik)

Bantul (ANTARA) - Peci rajut berbahan baku benang nilon produksi perajin di Dusun Mintoragan, Desa Wirokerten, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dipasarkan sampai Malaysia.

"Saya memperoleh pesanan peci untuk dikirim ke Malaysia sebanyak 1.000 peci, dan sebagai tanda jadi, pemesan sudah membayar uang muka," kata perajin peci `Al Barokah` di Dusun Mintoragan, Bantul, Wardhani, Rabu.

Menurut dia, pesanan dari Malaysia itu datang sekitar dua bulan lalu dengan memberi contoh peci berbentuk kopiah. Pemesan minta pengiriman barang diusahakan sebelum Lebaran 1433 Hijriah.

"Ini sedang saya usahakan, karena model peci ini termasuk baru, dan pekerja saya belum banyak yang bisa membuatnya. Saya juga kewalahan karena pesanan lain juga mesti dikejar," katanya.

Ia mengatakan, selain pesanan datang dari Malaysia, memasuki bulan puasa ini dirinya juga mendapat pesanan dari luar daerah, seperti Bali, Malang (Jawa Timur), Tangerang (Banten), dan Temanggung (Jawa Tengah).

"Pesanan peci yang akan dikirim ke Malaysia itu, baru pertama, memang orangnya tidak langsung datang ke sini, melainkan melalui rekanan yang ada di Indonesia yang datang dengan membawa contohnya," katanya.

Menurut dia, memasuki bulan Ramadhan hingga menjelang Lebaran merupakan rezeki bagi usahanya, karena saat-saat seperti ini pesanan peci melonjak, bahkan berlipat jika dibanding dengan hari-hari biasa.

"Pesanan berdatangan sejak dua bulan sebelum bulan puasa, rata-rata mereka pesan sebanyak 150 hingga 200 peci, bahkan ada yang 400 peci. Kalau hari biasa tidak mesti, dan biasanya sebulan atau dua bulan sekali," katanya.

Ia mengatakan peci rajut yang dihasilkannya dijual dengan harga mulai dari Rp12.000 hingga Rp25.000 per peci.

Dirinya mempekerjakan 50 orang yang mampu memproduksi peci rajut maksimal hingga 100 peci untuk berbagai model.

"Pengadaan bahan baku (benang nilon dan strimin) tidak masalah, karena bisa diperoleh di sejumlah tempat di Kota Yogyakarta. Saya menggunakan bahan baku dengan kualitas super," katanya.

(T.KR-HRI)


Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.