Akademisi: pemberian antibiotik pada unggas timbulkan residu

id pemberian antibiotik pada unggas timbulkan residu

Ilustrasi peternakan unggas (ANTARA FOTO/Risky Andrianto/kye/17)

Yogyakarta (Antara) - Pemberian antibiotik secara terus menerus pada ternak unggas berisiko menimbulkan residu antibiotik pada telur dan daging, kata Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Sri Harimurti.

"Residu itu menyebabkan terbentuknya mikroba yang kebal terhadap antibiotik dan berdampak buruk bagi kesehatan. Salah satu

alternatif pengganti antibiotik pada unggas adalah memberikan probiotik," katanya di Yogyakarta, Selasa.

Ia mengatakan probiotik adalah bakteri baik yang ada di dalam usus yang mampu menghasilkan antibiotik. Pemberian probiotik diharapkan berfungsi menjaga kesehatan pencernaan ayam disamping sebagai pemacu pertumbuhan.

"Dengan demikian, akan tersedia pangan produk unggas berupa daging dan telur yang baik, sehat, dan terbebas dari residu antibiotik," katanya.

Fakutas Peternakan UGM saat ini sedang mengembangkan penelitian probiotik asli Indonesia. Penelitian tersebut bertujuan untuk mendapatkan probiotik bakteri asam laktat pada ayam.

"Saat ini penelitian yang saya lakukan dengan tim peneliti lain, menemukan lebih dari 20 strain unggas bakteri asam laktat asli Indonesia," katanya.

Strain itu terdiri atas tiga strain yang dianggap paling baik yakni Lactobacillus murinus Ar3, Streptococcus thermophilus Kd2, dan Pediococcus acidilactici Kp6, masing-masing secara bersamaan sebagai antidiare pada ayam.

Probiotik itu, menurut dia, berpotensi meningkatkan daya tahan ayam terhadap infeksi Salmonella Pullorum dan mampu sebagai pemacu pertumbuhan.

Ia mengatakan temuan probiotik bakteri asam laktat asli Indonesia itu telah berhasil diaplikasikan pada unggas seperti ayam broiler, burung puyuh, dan kalkun.

Berdasarkan hasil riset di laboratorium, kata dia, probiotik itu dinyatakan mampu menempel di sel epitel usus dan mampu berkoloni pada usus dan ayam mampu terhindar dari diare yang disebabkan oleh Salmonella pullorum.

Saat ini, probiotik asam laktat telah dienkapsulasi dalam bentuk serbuk yang terproteksi dengan penyalut campuran maltodekstrin dan susu skim.

Probiotik itu dalam bentuk mikro kapsul juga mampu meningkatkan kinerja sistem imun ayam broiler dan menjaga saluran digesti ayam tetap sehat.

"Probiotik itu akan segera diuji di tingkat peternak, dan akan terus dikembangkan agar dapat diproduksi dalam skala industri. Sebelum

diproduksi massal, penggunananya akan diuji coba ke peternak melalui uji `pilot plant`," katanya. ***4***
(B015)
Pewarta :
Editor: Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar