Komaruddin : parpol harus kembali pada khittah reformasi

id Komaruddin

Ilustrasi, Parpol peserta Pemilu (Foto Antara/Aguk Sudarmojo)

Yogyakarta (Antara) - Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Komaruddin Hidayat mengatakan partai politik harus kembali kepada "khittah" atau garis besar perjuangan reformasi dengan menghindari penggunaan isu SARA untuk menyongsong pemilihan presiden 2019.

"Harus kembali kepada `khittah reformasi` yakni membangun bangsa dan negara yang lebih rasional sehingga jualannya jangan isu-isu SARA," kata Komaruddin seusai memberikan kuliah umum kepada Mahasiswa Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) di Grha Sabha Pramana UGM, Yogyakarta, Senin.

Menurut Komaruddin, partai politik (parpol) merupakan anak kandung dari perjuangan reformasi. Sedangkan reformasi identik dengan gerakan antikorupsi dan penguatan pemerintahan yang rasional dan demokratis. "Jadi jualan isu SARA intinya tidak bermutulah," kata dia.

Untuk dapat berkompetisi secara fair dan demokratis, menurut dia, hendaknya parpol mulai saat ini menyiapkan program dan kader yang terbaik, serta terus membina konstituennya.

"Jangan sampai ke atas tidak punya kader, hanya jualan `boarding pass` saja dan ke bawah juga tidak punya kader. Kondisi itu akan membawa peluang orang-orang berduit saja," kata dia.

Saat ini, menurur dia, sudah banyak parpol yang mulai kehilangan jati diri reformasi dengan tidak lagi mementingkan kaderisasi.

"Selama ini yang muncul dari parpol kadang bukan kader parpol tapi orang dari luar. Berarti kaderisasi parpol tidak berhasil," kata dia.

(L007)
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar