DPRD minta pemda segera perbaiki jalan ambles

id Jalan ambles

Jembatan Barongan Ambles Jembatan Barongan penghubung antara Jalan Imogiri Timur dengan Imogiri Barat Kabupaten Bantul amblas pada hari Rabu (29/11) . Jembatan ini ambles dengan diameter 3 meter akibat tidak kuat menahan derasnya arus sungai, tidak a

Bantul, (Antaranews Jogja) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta meminta pemerintah daerah segera memperbaiki jalan penghubung antarkecamatan di wilayah Desa Sitimulyo Piyungan yang ambles pada Senin (22/1) malam.

"Kami senang dari Bina Marga Pemda DIY langsung ke lokasi, dan kami sebagai wakil masyarakat minta segera dilaksanakan evakuasi," kata Anggota Komisi A DPRD Bantul Amir Syarifuddin usai meninjau jalan ambles di Piyungan, Bantul, Selasa.

Jalan yang menghubungkan kecamatan Pleret dan Piyungan di Dusun Pagergunung Desa Sitimulyo Piyungan dilaporkan ambles pada Senin (22/1) malam setelah tanggul sungai Opak yang ada di tepi jalan tersebut longsor.

Tanggul sungai Opak di Desa Sitimulyo itu longsor setelah beberapa hari sebelumnya terjadi hujan dengan intensitas sedang dan tinggi hingga mengakibatkan debit air sungai naik dan derasnya air menghantam tanggul sungai.

Amir mengatakan, desakan agar Pemda DIY segera menangani jalan ambles itu karena jalan ini merupakan jalan alternatif untuk memecah kepadatan arus di Jalan Wonosari, kemudian juga merupakan jalan ekonomi karena menjadi akses pekerja pabrik di Piyungan.

"Ada ribuan karyawan di pabrik Piyungan, ini juga jalur pendidikan karena ada pondok pesantren (ponpes), sekolah, disamping itu jalur truk ke TPST (Tempat Pembuangan Sampah Terpadu) Piyungan, jadi ini ini sangat-sangat darurat bagi kami," katanya.

Ia menjelaskan, meski jalan tersebut sesuai kewenangannya di ranah Pemda DIY, namun harapanya melalui instansi terkait segera diupayakan penanganan, apalagi dengan kondisi jalan yang ada saat ini bisa membahayakan pengguna jalan.

"Jalan ini kewenagan provinsi, namun masyarakat juga sudah resah melihat kondisi seperti ini, jalan ini cukup padat karena setiap hari dilalui ribuan pengendara. Makanya kami datang ke sini agar segera ditangani, saya kira anggaran DIY longgar," katanya.

Sementara itu Pengawas Jalan Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan, Energi Sumber Daya Mineral (DPUP ESDM) DIY Wagiman mengatakan, jalan di tepi aliran Sungai Opak ini ambles karena tanggul sungai longsor akibat tergerus aliran sungai.

Menurut dia, sebelum kejadian jalan ambles itu, beberapa hari sebelumnya memang turun hujan dengan intensitas tinggi dan sedang, sehingga pada Senin (22/1) aspal di pengal jalan tersebut sudah retak hingga separuh jalan.

"Kalau panjang jalan yang longsor sekitar 50 meter dengan kedalaman 10 meter, ini karena tanggul kena hantaman air aliran sungai, tentu ini sangat berbahaya karena longsornya dalam sekali," katanya.***4***

(T.KR-HRI)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar