Logo Header Antaranews Jogja

Disdukcapil temukan 4.000 warga memiliki data ganda

Senin, 12 Maret 2018 20:49 WIB
Image Print
Ilustrasi, mengurus pembuatan E-KTP (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/foc)

Gunung Kidul (Antaranews Jogja) - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih menemukan 4.000 warga yang memiliki data kependudukan ganda.

"Masih banyak warga Gunung Kidul yang merekam data di berbagai lokasi, sehingga menyebabkan jumlah ganda. Ada sekitar empat ribuan data ganda," kata Kepala Disdukcapil Gunung Kidul Eko Subiantoro di Gunung Kidul, Senin.

Ia mengatakan banyaknya orang yang memiliki data ganda karena memiliki lebih dari satu kartu keluarga, dan juga melakukan perekaman di lain tempat. Hal ini menyebabkan nomor induk kependudukan (NIK) menjadi ganda.

"Contoh warga di Kecamatan Panggang, melakukan perekaman di Kecamatan Wonosari. KTP elektronik belum jadi, sudah rekam lagi di kecamatan lainnya, tentunya NIK mereka jadi ganda," katanya.

Eko mengatakan untuk menghapus data tersebut pihaknya mengendapkan data, dan melaporkan ke Kemdagri untuk dihapus.

"Datanya kami serahkan ke pusat untuk dilakukan penghapusan. Semuanya sudah kami tangani sehingga NIK ganda ke depan sudah tidak ada," katanya.

Selain itu, pihaknya terus berupaya melakukan penuntasan program e-KTP. Sebab, salah satu permasalahannya yakni anomali data yang ada, salah satunya ketika sudah jadi e KTP ketika dicocokan orangnya tidak ada, atau meninggal dunia.

"Orangnya keliatannya ada, tetapi setelah kami lakukan pencocokan dan penelitian ke desa-desa ternyata sudah meninggal, pindah domisili," katanya.

Eko berharap masyarakat secara mandiri melakukan upaya perbaikan data ini dengan cara melaporkan kepada Disdukcapil.

"Peran serta masyarakat kita perlukan, sehingga kita segera menyelesaikan beberapa permasalahan ini," katanya.

(U.KR-STR)



Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026