Logo Header Antaranews Jogja

Sultan: penambangan Kali Gendol dengan cara miring

Senin, 2 April 2018 19:44 WIB
Image Print
Sri Sultan HB X (Foto ANTARA)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengimbau penambangan pasir di kawasan tebing Kali Gendol agar dilakukan dengan cara miring untuk memperkecil risiko longsor.

"Nambangnya bukan lurus ya, mestinya nambangnya miring," kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin.

Seperti diberitakan, pada Senin pagi, tebing Sungai Gendol, tepatnya di Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, longsor. Akibatnya, dua sopir truk pasir meninggal dan dua lainnya dilarikan ke rumah sakit akibat tertimpa longsoran.

Menurut Sultan, kendati tidak ada pelarangan penambangan pasir di kawasan itu, namun cara penambangan yang dilakukan mestinya menerapkan cara-cara yang aman. Pertimbangan itu, menurut Sultan, karena material vulkanik di kawasan itu masih cukup banyak.

"Kalau (penambangan) lurus risiko longsor cukup besar karena akan terjadi kejenuhan saat hujan. Saya kira hati-hati saja karena semua (area) lahar di situ," kata dia.

Tebing di area tambang pasir Sungai Gendol di sisi timur atau sebelah barat Dusun Kalitengah Kidul, Glagaharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin pukul 06.00 WIB longsor dan menewaskan dua orang penambang di kawasan tersebut serta empat.

Dua korban meninggal atas nama Gunawan (36) warga Bulaksalak, Wukirsari, Cangkringan, Sleman dan Sugeng (35) pengemudi truk warga Lemorejo, Karangnongko, Banyuwanggal, Klaten, Jawa Tengah.

Untuk korban luka diantaranya Nyonya Citro Wiyono (50) Warga Kalitengah Kidul, Glagaharjo Cangkringan mengalami luka dan sudah di bawa pulang ke rumah, kemudian Pandi Wiyono (55) warga Kalitengah Kidul, Glagaharjo, Cangkringan, mengalami luka luka dan pulang ke rumah.

(L007)



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026