
Kelengkapan peralatan KTB rintisan segera dipenuhi

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Yogyakarta akan segera melengkapi kebutuhan peralatan untuk kampung tangguh bencana (KTB) rintisan yang dibentuk pada 2017, yaitu sebanyak 15 kampung.
"Ada beberapa peralatan yang akan diberikan, di antaranya motor roda tiga, genset, pompa, gergaji mesin, hingga peralatan komunikasi," kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta Agus Winarto di Yogyakarta, Jumat.
Menurut dia, pemberian kelengkapan peralatan bagi kampung tangguh bencana (KTB) rintisan akan segera dilakukan pada awal tahun ini, bahkan tidak menutup kemungkinan dilanjutkan pemberian peralatan untuk KTB yang dirintis pada 2018.
Agus menyebut, pemberian kelengkapan peralatan untuk KTB rintisan 2018 baru akan dilakukan pada akhir tahun dengan isi paket peralatan yang sama. "Ada 10 KTB yang dirintis tahun ini," katanya.
Selain pemberian peralatan kelengkapan penanggulangan bencana untuk KTB, Agus mengatakan, rutin memberikan pelatihan kepada KTB rintisan, di antaranya pelatihan komunikasi, serta pertolongan pertama pada gawat darurat hingga simulasi penanggulangan bencana.
"Hasil dari pelatihan ini pun sudah cukup baik. Salah satunya, dari kecepatan koordinasi saat terjadi bencana di wilayah. KTB dapat melakukan penanggulangan awal dan melakukan koordinasi lebih cepat dengan posko induk," katanya.
BPBD Kota Yogyakarta, lanjut Agus, juga tengah menyiapkan silabus pelatihan KTB sehingga proses pelatihan dapat dilakukan oleh kecamatan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
"Nantinya, silabus pelatihan ini akan menjadi pedoman bagi kecamatan untuk melakukan pelatihan penanggulangan bencana. Harapannya, warga yang menjadi sasaran pelatihan menjadi lebih luas. Tidak hanya untuk pengurus KTB saja," katanya.
Meskipun demikian, lanjut Agus, masih ada beberapa kesulitan yang dihadapi KTB yang sudah terbentuk di antaranya menyusun rencana aksi penanggulangan saat terjadi bencana di wilayah.
"Warga di kampung tangguh bencana sudah diminta memetakan kerawanan yang ada di wilayahnya. Namun, pengurus KTB masih kesulitan saat harus menyusun rencana aksi penanggulangannya. Ini yang harus diperbaiki. Dan yang lebih berat adalah memahamkan konsep tangguh bencana ini ke seluruh warga Kota Yogyakarta," katanya.
Kota Yogyakarta mulai membentuk kampung tangguh bencana sejak 2013 dengan 10 kampung sebagai rintisan yang kemudian dilanjutkan pada 2014 dengan 25 kampung, 2015 dengan 20 kampung dan 2016 terbentuk 20 kampung tangguh bencana.
Pewarta : Eka Arifa Rusqiyati
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
