Logo Header Antaranews Jogja

Gunung Kidul bakal bangun embung raksasa

Rabu, 27 Juni 2018 19:03 WIB
Image Print
Embung di Nglanggeran Village, Patuk, Gunung Kidul, Yogyakarta. (Foto ANTARA/Puspa Perwitasari)

Gunung Kidul (Antaranew Jogja) - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mewacanakan pembangunan embung raksasa di di Desa Dadapayu, Kecamatan Semanu untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat dan pengairan lahan pertanian di daerah itu.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunung Kidul Sri Suhartanta di Gunung Kidul, Rabu, mengatakan saat ini, wacana pembangunan Embung Dadapayu sedang dibahas secara mendalam.

"Proyek tersebut masih dalam tahap pembahasan dan pengkajian oleh Pemkab Gunung Kidul," kata Sri Suhartanta.

Ia mengatakan penggodokan terus dilakukan guna nantinya proyek ini bisa berimbas maksimal. Imbas maksimal yang dimaksud adalah bagaimana caranya nanti embung ini tidak hanya berdampak positif bagi pemenuhan kebutuhan air warga sekitar, namun juga bisa berdampak ke seluruh Gunung Kidul.

"Jadi memang perlu pembahasan matang untuk pengoptimalan potensinya," kata dia.

Ia mengatakan Pemkab Gunung Kidul sendiri memang cukup peduli dengan program ketersediaan air bersih dan pengentasan kekeringan yang selama ini menjadi masalah utama masyarakat Gunung Kidul.

Pemkab terus mendorong optimalisasi PDAM Tirta Handayani dalam terus meningkatkan jangkauan pelayanan.

"Setiap tahunnya, pemkab menganggarkan dana sebesar Rp3,5 miliar guna menyasar lebih dari 1600 sambungan rumah PDAM Tirta Handayani," katanya.

Ketua DPRD Gunung Kidul Suharno mengatakan hingga saat ini proyek pembangunan embung raksasa di Desa Dadapayu memang masih belum bisa dilakukan.

Pasalnya, lanjut dia, proyek tersebut masih belum masuk ke dalam Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS). Berkaitan dengan proyek pembangunan, pihaknya sendiri telah mengajukan anggaran senilai Rp8 miliar.

Namun sementara ini baru direalisasikan sebesar Rp3 miliar untuk pembebasan lahan.

"Proposal untuk pembebasan lahan telah dimasukan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, tinggal menunggu tindak lanjut dari Pemkab," kata Suharno.

Mengingat betapa pentingnya keberadaan embung ini bagi masyarakat setempat, Suharno menyatakan akan mendorong agar proyek bisa segera dieksekusi. Pengoptimalan sumber air bersih bisa menjadi solusi konkrit bagi permasalahan kekeringan yang selama ini membelenggu masyarakat Gunung Kidul.

Ia mengatakan lembangunan embung sendiri menjadi salah satu realisasi dari program airisiasi yang menjadi tahap awal pipanisasi. Yang pertama adalah mempersiapkan airnya, baru kemudian menyalurkannya ke masyarakat.

"Kalau begitu harusnya bisa untuk anggaran perubahan, jangan sampai anggaran mangkrak," katanya.



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026