PT TWC membantu membedah rumah

id Bedah rumah

Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Ricky SP Siahaan menyerahkan simbolisasi kunci rumah kepada Mbah Diyem setelah dilakukan bedah rumah. (Foto Antara/ Victorianus Sat Pranyoto) (Antara)



Gunung Kidul (Antaranews JOgja) - PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko memberikan bantuan bedah rumah tidak layak huni bagi seorang warga Diyem (90) warga Trenggono Lor, Sidorejo, Ponjong, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

   

 "Bantuan ini merupakan wujud komitmen PT TWC  Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko untuk maju bersama masyarakat semakin nyata," kata Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Ricky SP Siahaan saat meresmikan bantuan bedah rumah di Gunung Kidul, Rabu.

     

Menurut dia PT TWC memiliki tanggun jawab sosial terhadap lingkungan (Corporate Social Responsibilioz) atau CSR melalui Divisi Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL).

     

"Bantuan Rumah Layak Huni ini sebagai bagian dari Program BUMN Hadir Untuk Negeri, bantuan Rumah Layak Huni kali ini diberikan kepada Mbah Diyem, janda berusia 9O tahun yang menghidupi lima orang cucunya seorang diri, di Dusun Trenggono Lor, Sidorejo, Ponjong, Gunung Kidul," katanya.

     

Mbah Diyem sebatang kara yang kurang mampu, kehidupannya prasejahtera selama 17 tahun mencarikan bantuan belum berhasil.

     

Mbah Diyem ini adalah tulang punggung keluarga yang kehidupannya sehari hari sebagai buruh tani untuk mencukupi kebutuhan lima cucunya. Ketika tua, kehidupan Mbah Diyem ini bergantung kepada adiknya yaitu Mbah Kanem juga sebagai buruh tani. Saat ini kondisi keduanya sudah jompo semua. 

     

Ia mengatakan, PKBL TWC hadir dengan program sektor sosial kemasyarakatan yaitu memberikan bantuan rumah layak huni kepada mbah Diyem.

     

"Dengan adanya bantuan dari TWC melalui divisi PKBL TWC semoga rumah Mbah Diyem ini mudah mudahan menjadi layak huni sehingga nanti cucu cucunya akan meneruskan perjuangan mbah Diyem dan Mbah Kanem agar bisa mendapatkan kehidupan yang layak," katanya.

     

Sedangkan Mbah Diyem mengatakan dirinya merasa sangat senang dengan bantuan bedah rumah tersbut.

     

"Alhamdulillah saya senang luar biasa dibuatkan rumah ini. Semoga saya dapat hidup lebih lama untuk menempatinya. Saya punya anak satu dan sudah meninggal. Jadj saya hanya tinggal bersama dengan cucu cucu saya," katanya.

     

Ia mengatakan, dulu waktu masih kuat dirinya menjadi buruh tani tapi sekarang sudah tidak bisa apa apa.

     

"Dulu saya 'nganam' (menganyam) membuat tikar kemudian dijual untuk memberi makan cucu-cucu. Saya hanya berkeinginan agar rumah ini menjadi baik dan cucu cucu saya tidak kehujanan karena rumah saya ini bocor terus," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar