
Pedagang Beringharjo Barat gunakan e-retribusi pada 2019

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta menargetkan seluruh pedagang di Pasar Beringharjo sisi barat sudah memanfaatkan pembayaran retribusi secara elektronik pada 2019.
“Saat diluncurkan pada pertengahan Mei, ada 100 pedagang yang memanfaatkannya dan kami upayakan untuk terus menambah jumlah pedagang yang memanfaatkan pembayaran retribusi secara elektronik (e-retribusi). Harapannya, 2019 semua sudah menggunakan e-retribusi,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta Maryustion Tonang di Yogyakarta, Jumat.
Pedagang yang akan melakukan pembayaran retribusi secara elektronik hanya perlu memiliki kartu “e-money” yang dikeluarkan oleh BPD DIY. Kartu tersebut kemudian digunakan dengan cara “tap” ke mesin pembayaran yang ada di Pasar Beringharjo.
Pengisian saldo “e-money” juga bisa dilakukan dengan mudah melalui kantor kas BPD DIY yang sudah ada di Pasar Beringharjo.
Pembayaran retribusi secara elektronik dapat dilakukan pada tanggal 6 sampai tanggal 31 setiap bulan.
Penerapan pembayaran retribusi secara elektronik, lanjut Maryustion, membutuhkan strategi khusus karena mengubah kebiasaan pedagang yang biasanya pasif karena menunggu petugas yang datang memungut retribusi, namun kini harus bersikap aktif membayar retribusi.
“Kami pun bisa memantau secara ‘real time’ apakah pedagang sudah membayar retribusi atau belum dan realisasi penerimaan retribusi yang sudah masuk. Ini juga menjadi bagian dari transparansi,” katanya.
Selain pembayaran retribusi secara elektronik, terdapat dua metode pembayaran retribusi yang diterapkan di pasar tradisional lain, yaitu pemungutan secara manual dan pemungutan menggunakan “quick response code” (QR code) di lima pasar tradisional.
“Pencatatan secara online ini akan mengurangi kesalahan administrasi jika dibanding pencatatan secara manual. Biasanya petugas pungut akan merekap pendapatan retribusi baru melaporkan ke unit pelaksana teknis lalu ke bendahara penerima. Jika dengan online, maka bisa langsung ke bendahara,” katanya.
Maryustion berharap, nantinya tidak akan ada lagi pasar tradisional yang melakukan pemungutan retribusi secara manual.
“Kami pelan-pelan, dimulai dari pasar yang terletak di pinggir kota terlebih dulu baru ke tengah. Mengubah kebiasaaan bukan hal yang mudah,” katanya.
Pewarta : Eka Arifa Rusqiyati
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
