"Tour de Merapi" promosikan wisata pasar tradisional

id Pasar tradisional

Pedagang Pasar Tradisional. (FOTO ANTARA/IRFAN ADI SAPUTRA/ags/17)



Sleman (Antaranews Jogja) - Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Forum Komunikasi Desa Wisata Kabupaten Sleman menggelar event tahunan "Tour de Merapi" pada 22 Juli 2018.

     

"Tour de Merapi pada 2018 mengusung tema 'Jajah desa milang pasar' dengan target utama untuk mengenalkan potensi destinasi wisata kuliner dan belanja yang ada di Kabupaten Sleman," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Sudarningsih, Kamis.

     

Menurut dia, beberapa destinasi wisata kuliner dan belanja yang akan dilewati, antara lain Taman Kuliner Condong Catur, Pasar Digital Banyunibo, Pasar Prambanan, Pasar Srowolan, Pasar Ngino, dan Pusat Kuliner Belut.

     

"Selain destinasi wisata kuliner dan belanja tersebut, beberapa destinasi wisata yang akan dilewati peserta yaitu Candi Banyunibo, Lava Bantal, Desa Wisata Pentingsari, Banyu Sumilir, dan Studio Alam Gamplong," katanya.

     

Ia mengatakan, antusiasme masyarakat dalam mengikuti Tour de Merapi pada Minggu, 22 Juli 2018 sangat luar biasa. Tercatat 585 motor yang terdaftar dalam event ini.

     

"Sesuai aturan yang ada, peserta diatas nomor pendaftaran 500 mendapat fasilitas yang sedikit berbeda, yaitu tidak mendapatkan jaket, hanya mendapatkan dua kaos," katanya.

     

Sudarningsih mengatakan, bendera start akan dikibarkan pada Minggu 22 Juli pukul 07.30 WIB di Lapangan Pemda Sleman.

     

"Para peserta Tour de Merapi diharapkan sudah mulai berkumpul di titik pemberangkatan 60 menit sebelum bendera dikibarkan, untuk melakukan pendaftaran ulang, dan pengaturan kelompok pemberangkatan," katanya.

     

Direncanakan peserta akan dibagi dalam dua kelompok pemberangkatan dengan selisih waktu sekitar 5 hingga 10 menit.

     

"Terdapat limq pos pemberhentian, dimana di hampir setiap pos pemberhentian tersebut peserta diberi kesempatan untuk beristirahat sejenak sambil menikmati sajian kesenian yang disiapkan," katanya.

     

Ia mengatakan, kegiatan ini adalah kegiatan fun, dan bukan lomba balap motor. Sehingga peserta tidak perlu terburu-buru mencapai tempat pemberhentian terakhir di Studio Alam Gamplong.

     

"Tetap patuhi aturan Ialu lintas yang ada. Nikmati suasana touring, dan jelajahi potensi wisata belanja dan kuliner yang nantinya dilewati peserta," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar