Hasil riset teknologi Perhimpunan Teknik Pertanian disebarluaskan

id Seminar Nasional Perteta

Seminar Nasional Perhimpunan Teknik Pertanian (Perteta) di Instiper Yogyakarta (Foto Istimewa)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Seminar nasional Perhimpunan Teknik Pertanian atau Perteta yang diselenggarakan di Institut Pertanian Yogyakarta pada 29 dan 30 Agustus 2018 bertujuan menyebarluaskan hasil riset teknologi dan inovasi anggota perhimpunan tersebut. 
     
"Salah satu sarana menyebarluaskan hasil riset teknologi dan inovasi anggota Perteta adalah dengan seminar nasional yang diadakan rutin setahun sekali secara bergantian di cabang seluruh Indonesia," kata Ketua Panitia Seminar Nasional Perteta 2018 Andreas Wahyu Krisdiarto di Instiper Yogyakarta, Rabu.
     
Menurut dia, seminar nasional Perteta 2018 yang digelar di Perteta cabang Yogyakarta bekerjasama dengan Instiper Yogyakarta ini mengambil tema "Mekanisasi, Otomasi dan Aplikasi ICT (information and communication technology) dalam Mendukung Bioindustri dan Industri Kelapa Sawit Berkelanjutan".
     
"Seminar nasional Perteta 2018 dihadiri oleh berbagai stakeholder yang memiliki kontribusi dalam upaya mekanisasi, otomasi dan aplikasi ICT yang meliputi kalangan pemerintah yang dihadiri oleh industri, praktisi serta akademisi dalam plenary session," katanya. 
     
Seluruh peserta anggota Perteta selaku akademisi dari berbagai universitas di Indonesia  ini menyajikan presentasi makalah hasil penelitian seperti Mesin dan Peralatan, Teknik Tanah dan Air, Renewable Energy dan Bioenergi, Teknik Proses dan Industri Hilir, Otomasi dan ICT serta Lingkungan dan Bangunan Pertanian.
     
"Selain untuk anggota Perteta, Seminar Nasional Perteta 2018 ini juga dapat menjadi wadah bagi dosen Instiper khususnya, sesuai dengan kompetensinya, untuk dapat berpartisipasi dalam penyajian makalah hasil penelitian," katanya. 
     Sementara itu Ketua Perteta Pusat Desrial, dengan adanya Seminar Nasional Perteta di Instiper yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit ini, diharapkan penyebarluasan hasil riset dan teknologi maju khususnya di bidang pertanian dan perkebunan dapat terlaksana dengan baik.
     
"Selain itu, diharapkan pula, dapat terciptanya peningkatan kolaborasi riset teknologi dan inovasi antar institusi guna menyongsong era Revolusi Industri 4.0," katanya.
     
Menurut dia, saat ini, Revolusi Industri Generasi 4.0 yang berfokus pada Cyber Physical System yang mencakup aplikasi Internet of Thing (IoT) dan Internet of People (IoP), cloud computation serta cognitive computation menjadi tantangan tersendiri bagi kemajuan dan perkembangan Perteta.
     
"Perteta selaku penggerak utama kemajuan teknologi dan support sistem pertanian dan perkebunan maju berbasis 'smart farming and smart technology' harus lebih terdepan dalam menjawab segala kebutuhan dan tantangan teknologi di era Revolusi Industri 4.0 saat ini," katanya.
     
Sementara itu, Rektor Instiper Yogyakarta Purwadi mengatakan, isu tentang mekanisasi di Industri Biomass Perkebunan terus meningkat dan perkembangannya semakin cepat, namun demikian ada beberapa hal yang akan menjadi isu menarik kaitannya dengan tantangan dan peluangnya.
     
"Tentu tantangan dan limpahan sumberdaya menjadi hal menarik dalam perkembangan mekanisasi di perkebunan. Selamat atas diadakannya seminar nasional ini. Semoga kegiatan ini dapat memacu Perteta untuk menyongsong mekanisasi di bidang perkebunan," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar