Logo Header Antaranews Jogja

ACT DIY berangkatkan relawan ke Palu

Rabu, 3 Oktober 2018 20:50 WIB
Image Print
Aksi Cepat Tanggap Daerah Istimewa Yogyakarta memberangkatkan tujuh relawan "rescue" dan medis ke Palu, Sulawesi Tengah. (foto istimewa)

Yogyakarta, (Antaranews Jogja) - Aksi Cepat Tanggap Daerah Istimewa Yogyakarta memberangkatkan tujuh relawan "rescue" dan medis ke Palu, Sulawesi Tengah, untuk membantu penanganan korban bencana alam gempa bumi dan tsunami di daerah itu.

"Tujuh relawan yang diberangkatkan itu terdiri atas empat relawan 'rescue' dan tiga relawan medis profesional," kata Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap (ACT) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Agus Budi Hariyadi di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, relawan yang berangkat dari Kantor ACT DIY, Rabu sore, itu diperkirakan akan sampai di Posko Utama ACT di Palu pada Kamis (4/10), dengan menggunakan armada pesawat terbang.

"Ini merupakan tahap pertama pemberangkatan relawan ke Palu dan Donggala. Insya Allah, Jumat (5/10), ACT DIY juga akan memberangkatkan lima truk kemanusiaan menuju Palu dan Donggala," katanya.

Truk-truk yang berisi logistik itu, kata dia, akan diberangkatkan dari Yogyakarta dan akan berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya bersama ACT Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Ia mengatakan gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala sejak Jumat (28/9), telah menyisakan suasana mencekam dan duka mendalam. Belum sepekan sejak terjadinya gempa pertama di Palu dan Donggala tercatat korban yang meninggal telah mencapai 1.374 jiwa dan sebanyak 65.21 warga mengungsi.

"Sampai hari selasa (2/10) masih banyak jenazah korban tsunami dan gempa yang belum diketemukan. Apalagi laporan orang hilang dan korban luka berat yang mencapai ratusan, sehingga kebutuhan tenaga penyelamat dan tenaga medis masih sangat dibutuhkan," kata Agus.

Salah seorang relawan medis Nurhidayah mengatakan dirinya ikut misi kemanusiaan ke Palu karena mempunyai kemampuan di bidang medis. Kemampuan itu diharapkan dapat membantu penanganan korban gempa dan tsunami.

"Saya mempunyai kemampuan medis, sehingga saya memutuskan untuk ikut misi kemanusiaan ACT DIY ke Palu," kata Nurhidayah, satu-satunya relawan perempuan yang berangkat ke Palu.



Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026