Tsujihara mundur dari Warner Bros

id kevin,warner bros

CEO Warner Bros Entertainment Kevin Tsujihara tiba di pemutaran perdana "King Arthur: The Legend of the Sword" di TCL Chinese Theatre IMAX, di Hollywood, California, AS, 8 Mei 2017. Ruters /Danny Moloshok (Reuters.com)

Yogyakarta (ANTARA) - Kevin Tsujihara mundur dari jabatannya sebagai pimpinan  Warner Bros pada saat  salah satu studio terbesar di Hollywood itu menyelidiki laporan bahwa Kevin membantu salah satu aktris untuk mendapatkan peran di studio tersebut secara tidak patut.

Kevin merupakan pejabat terakhir di jajaran para eksekutif  yang kehilangan pekerjaannya di bisnis media akibat tuduhan perbuatan tidak senonoh atau pelecehan seksual.

"Demi kepentingan terbaik Warner Media, Warner Bros, karyawan, dan mitra kami untuk  Kevin turun dari posisi pimpinan dan CEO  Warner Bros," kata Chief Executive  Warner Media John Stankey dalam pernyataannya,  Senin (18/3).

Kepergian Tsujihara dari studio milik AT&T itu terjadi menyusul sebuah artikel yang diterbitkan oleh Hollywood Reporter pada 6 Maret yang menyebutkan  bahwa seorang aktris telah meminta bantuannya untuk mendapatkan peran setelah mereka berhubungan seksual.

Laporan tersebut juga memuat pesan singkat antara Tsujihara dan si aktris yang tampaknya mengungkapkan bahwa mereka telah berhubungan seksual.

Tsujihara belum secara langsung membahas hubungannya dengan aktris tersebut apakah mereka telah berhubungan seksual ataupun keterlibatannya dalam membantu karir aktris tersebut.

"Kevin mengakui bahwa kesalahannya tidak sejalan dengan harapan pimpinan perusahaan dan dapat memengaruhi jalannya perusahaan pada masa depan," kata Stankey di pernyataannya.

Stankey tidak menjelaskan kesalahan apa yang dilakukan Tsujihara. Hanya dua hari sebelum Hollywood Reporter menerbitkan beritanya, Tsujihara telah diberikan posisi yang lebih kuat dan luas dalam rangka restrukturisasi Warner Media milik AT&T.

"Sudah jelas bahwa kepemimpinan di bawah saya dapat menjadi pengganggu dan penghalang bagi kesuksesan perusahaan," kata Tsujihara di e-mail yang dikirimkan kepada  karyawan pada Senin yang kemudian dilihat Reuters

"Kerja keras semua orang dalam organisasi kami sungguh mengagumkan, dan saya tidak akan membiarkan perhatian media terhadap masa lalu saya menurunkan hasil kerja keras yang hebat yang telah dilakukan oleh tim," katanya.

Tsujihara tidak memberitahu kenapa dia meninggalkan perusahaan di email tersebut. Awal bulan ini, setelah berita dari Hollywood Reporter, pengacara Tsujihara mengatakan bahwa pejabat tersebut tidak memiliki peran langsung dalam memperkerjakan aktris di film apapun.

AT&T sedang meneruskan kerja sama dengan badan hukum swasta untuk menyelesaikan penyelidikan kasus tersebut, kata Stankey.

Hal itu akan menjadi penyelidikan ketiga, kata dua sumber yang dekat dengan situasi tersebut kepada Reuters, dan dipicu oleh artikel Hollywood, termasuk pesan singkat antara pejabat tersebut, si aktris, dan dua mitra bisnis.

Tsujihara dinyatakan bersih dalam dua penyelidikan internal sebelumnya pada akhir 2017 yang berkaitan dengan masalah tersebut, kata sumber.

Penyelidikan pertama dilakukan oleh Time Warner, yang dimulai atas permintaan Tsujihara, kata sumber itu, dan penyelidikan kedua dilakukan oleh AT&T.

 
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar