Logo Header Antaranews Jogja

Anggota DPR: Usut tuntas kasus joki UTBK demi jaga kepercayaan publik

Jumat, 8 Mei 2026 14:31 WIB
Image Print
Anggota Komisi X DPR RI Reni Astuti. ANTARA/HO-Humas DPR RI

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi X DPR RI Reni Astuti meminta aparat kepolisian mengusut secara tuntas kasus jaringan joki UTBK yang diduga membantu ratusan peserta masuk perguruan tinggi negeri melalui cara ilegal.

Menurut Reni dikutip di Jakarta, Jumat, pengusutan kasus tersebut secara tuntas perlu dilakukan untuk menjaga kepercayaan publik terhadap sistem seleksi pendidikan tinggi di tanah air.

“Kasus ini harus diusut sampai tuntas agar kepercayaan publik terhadap sistem seleksi pendidikan tinggi tetap terjaga,” ujar dia.

Berikutnya, Reni menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Polrestabes Surabaya dalam membongkar jaringan joki UTBK yang diduga membantu ratusan peserta masuk perguruan tinggi negeri melalui cara ilegal.

Menurut dia, pengungkapan kasus tersebut pun menjadi alarm serius bagi dunia pendidikan, karena praktik kecurangan dalam seleksi masuk PTN ternyata dilakukan secara sistematis dan melibatkan sindikat terorganisasi.


Selanjutnya, Reni juga memberikan dukungan kepada panitia Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) yang dinilai berhasil memperkuat sistem pengawasan selama pelaksanaan UTBK pada tahun ini. Kemampuan mendeteksi peserta yang bertindak curang menunjukkan adanya peningkatan pengamanan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Penanganan yang terbuka dan tegas seperti ini penting untuk memberikan efek jera. Dunia pendidikan tidak boleh dikotori praktik-praktik yang merusak nilai kejujuran dan meritokrasi,” kata dia.

Diketahui, kasus tersebut terungkap setelah pengawas UTBK di kampus Universitas Negeri Surabaya mencurigai identitas seorang peserta berinisial HR. Foto administrasi peserta disebut memiliki kemiripan dengan data lama, namun menggunakan identitas berbeda.

Dari pengembangan penyelidikan, polisi menemukan dugaan jaringan joki yang telah beroperasi selama bertahun-tahun.

Kapolrestabes Surabaya Luthfie Sulistiawan menyebut sindikat tersebut memiliki sistem kerja yang rapi dengan pembagian tugas masing-masing pelaku. “Jaringan ini bekerja secara terstruktur dengan kendali dari koordinator utama,” ujarnya.

Polisi juga mengungkap besarnya uang yang beredar dalam praktik curang tersebut. Untuk meloloskan peserta ke jurusan bergengsi, terutama Fakultas Kedokteran di PTN favorit, tarif jasa joki disebut mencapai Rp700 juta per orang.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Anggota DPR: Usut tuntas kasus joki UTBK demi jaga kepercayaan publik



Pewarta :
Editor: Wening Caya Ing Tyas
COPYRIGHT © ANTARA 2026