
Gedung delapan lantai jadi ikon Balai Kota Yogyakarta

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Yogyakarta akan melengkapi kompleks Balai Kota Yogyakarta dengan gedung delapan lantai yang nantinya diharapkan menjadi ikon kompleks pemerintahan tersebut.
“Saat ini, perencanaan pembangunan gedung sudah masuk tahap lelang. Pekerjaan fisik, baru akan dilakukan pada 2020 dan selesai pada 2021,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta Agus Tri Haryono di Yogyakarta, Kamis.
Gedung yang nantinya akan menjadi gedung pemerintahan paling tinggi yang dimiliki Pemerintah Kota Yogyakarta tersebut dibangun sepenuhnya dengan menggunakan APBD Kota Yogyakarta. Anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai sekitar Rp100 miliar.
Menurut Agus, pembangunan gedung delapan lantai atau proyek “tower” balai kota tersebut diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pengembangan dan peningkatan kualitas layanan publik yang lebih baik serta kebutuhan pemerintah dalam meningkatkan koordinasi.
Selain dipergunakan sebagai kantor dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta, gedung tersebut juga didesain agar bisa dimanfaatkan sebagai ruang pameran atau “show room”, ruang penerimaan tamu serta ruang pertemuan dengan kapasitas besar.
“Yang pasti, gedung tersebut akan dibangun dengan konsep ramah lingkungan. Gedung tersebut akan menjadi kantor pemerintahan untuk kebutuhan pelayanan publik yang pertama mengusung konsep ‘green building’,” katanya.
Selain ramah lingkungan, Agus memastikan, gedung tersebut akan didesain sebagai gedung yang ramah terhadap penyandang disabilitas namun tetap modern dan nyaman serta mempertahankan harmoni dengan budaya lokal Yogyakarta.
Ia berharap, gedung tersebut bisa menjadi percontohan gedung inklusi bagi pembangunan atau revitalisasi gedung perkantoran lain.
“Selain itu, kami akan munculkan desain-desain dengan nuansa khas Yogyakarta,” kata Agus yang menyebut rencana pembangunan gedung disesuaikan dengan Peraturan Menteri PUPR Nomor 2 Tahun 2015 tentang gedung ramah lingkungan.
Sebagai gedung ramah lingkungan, lanjut Agus, maka pemilihan material bangunan akan disesuaikan untuk mereduksi dampak terhadap kelestarian lingkungan. “Konsumsi energi listrik dan air pun akan ditata supaya hemat,” katanya.
Gedung tersebut akan dibangun di area yang kini masih digunakan sebagai lokasi parkir, kantin, serta kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan anak dan tempat penitipan anak.
“Selama proses pembangunan, kami upayakan agar seminimal mungkin mengganggu aktivitas di balai kota. Gedung tersebut juga akan dilengkapi dengan satu ‘basement’ untuk kebutuhan parkir,” katanya.
Pada tahun ini, Pemerintah Kota Yogyakarta juga akan membangun gedung dengan konsep ramah lingkungan, yaitu bangunan Pasar Prawirotaman.
Pewarta : Eka Arifa Rusqiyati
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
