Kulon Progo diminta memperbaiki drainase di Kecamatan Temon

id Drainase,Kulon Progo

Kulon Progo diminta memperbaiki drainase di Kecamatan Temon

Sungai Bogowonto di Kabupaten Kulon Progo mengalami pendangkalan sehingga menyebabkan potensi banjir. ANTARA/Sutarmi

Kulon Progo (ANTARA) - Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Muhtarom Asrori meminta pemerintah setempat segera memperbaiki draine di Kecamatan Temon mengantisipasi potensi banjir di wilayah setempat.

"Seiring dengan pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta, maka khususnya Kecamatan Temon dalam penataan drainase harus betul-betul direncankan sedemikian rupa antardesa dan segera diintegrasikan, sehingga pada saat musim hujan tidak menjadi masalah," kata Muhtarom di Kulon Progo, Selasa.

Ia mengatakan seperti diketahui bersama, pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta membutuhkan material tanah urug yang banyak, menyebabkan gunung utara di Temon dikeruk, sehingga tidak ada penahan air dikala hujan.

Hal ini berakibat air langsung masuk ke pekarangan-pekarangan yang ada di desa wilayah Temon.

"Solosinya adalah segera drainase yang vital di wilayah Kecamatan Temon segera diperbaiki," katanya.

Muhtarom juga meminta pemerintah sungai-sungai yang ada wilayah Temon harus normalisasi agar pas musim hujan tidak menjadi masalah. Sungai yang harus dinormalisasi, yakni Sungai Serang dan Sungai Bogowonto.

"Sungai tersebut harus segera dinormalisasi. Jangan sampai pemukiman warga di Temon tidak tergenang air saat hujan," katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulon Progo Gusdi Hartono mengatakan sungai secara kewenangan masih ada di pemerintah pusat, melalui BBWSO dengan adanya proyek strategis nasional Bandara Internasional Yogyakarta.

Saat ini melakukan kajian sekaligus perencanaan pencegahan banjir wilayah selatan khususnya area atau dampak pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta.

"Kita tunggu hasil kajian dan tahapan pelaksanaanya oleh BBWSO," katanya.
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar