Logo Header Antaranews Jogja

Penataan fasad bangunan di Kotagede dilanjutkan tahun ini

Minggu, 2 Februari 2020 15:49 WIB
Image Print
Ilustrasi hasil penataan di kawasan Kotagede Yogyakarta yang kini sudah dihias dengan mural (Eka AR)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta akan meneruskan kegiatan penataan fasad bangunan di kawasan Kotagede, sehingga ciri khas di salah satu kawasan cagar budaya Yogyakarta tersebut akan semakin terlihat.

“Sesuai dengan masukan dari masyarakat, maka penataan fasad bangunan akan kami lanjutkan tahun ini,” kata Kepala Bidang Pelestarian Warisan dan Nilai Budaya Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Pratiwi Yuliani di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, kegiatan penataan bangunan di Kotagede sudah dilakukan pada tahun lalu, bahkan masyarakat pun turut berperan dalam kegiatan penataan bangunan tersebut dengan melukis mural yang bercerita tentang kehidupan masyarakat Kotagede.

Penataan fasad bangunan dari Pasar Kotagede menuju ke Jalan Mondorakan dilakukan dengan konsep “continuity” sehingga muka bangunan terlihat lurus tanpa ada sedikitpun kelokan.

“Jika pada saat penataan ada bangunan yang lebih maju dari bangunan sekitanya atau berkelok sedikit saja, maka akan ditata supaya terlihat lurus, sejajar, dan rapi,” katanya.

Sedangkan dari Pasar Kotagede ke situs Watu Gatheng justru memiliki konsep yang berbeda yaitu ditata berkelok-kelok. “Kalau ada bangunan yang dinilai tidak sesuai konsep berkelok-kelok tersebut juga akan kami rapikan,” katanya.

Pratiwi berharap, penataan fasad bangunan di kawasan Kotagede tersebut akan mampu memperlihatkan karakter dan keindahan asli arsitektur kawasan Kotagede.

Selain penataan fasad bangunan di Kotagede, juga akan dilakukan rehabilitasi nDalem Notoyudan khususnya di bagian bangunan utama dan pendopo yang kondisinya sudah memprihatinkan karena rusak termakan usia.

“Rehabilitasi ini sangat diperlukan karena bangunan tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan oleh warga di sekitar. Apalagi, rumah tersebut adalah satu satu rumah milik pangeran yang memiliki nilai sejarah sehingga perlu dilakukan perbaikan,” katanya.

Pratiwi mengatakan, seluruh anggaran untuk pelaksanaan perbaikan nDalem Notoyudan dan penataan fasad bangunan di Kotagede berasal dari dana keistimewaan. Kegiatan fisik akan mulai dikerjakan usai Lebaran.

“Tahun ini, seluruh program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta berasal dari dana keistimewaan. Tidak hanya untuk kebutuhan kegiatan fisik tetapi juga untuk program pembinaan,” katanya.

Sejumlah program pembinaan yang juga akan dilakukan pada 2020 di antaranya, pembinaan rintisan kelurahan budaya yang ditargetkan menjadi 20 kelurahan dari semula 18 kelurahan, serta pengiriman misi kebudayaan, penyelenggaraan Festival Kesenian Yogyakarta serta program Jogja Cross Culture.

Total dana keistimewaan yang dikelola Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta dengan mekanisme bantuan keuangan khusus pada tahun ini mencapai sekitar Rp17 miliar.



Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026