Johanna Konta mendukung wacana penggabungan ATP-WTA

id tenis,johanna konta,wta,atp,grand slam,itf

Johanna Konta mendukung wacana penggabungan ATP-WTA

Petenis Inggris Johanna Konta melakukan service saat babak perempat final melawan petenis Amerika Serikat Sloane Stephens dalam turnamen tenis French Open di Roland Garros, Paris, Prancis, Selasa (4/6/2019). (REUTERS/KAI PFAFFENBACH)

Jakarta (ANTARA) - Petenis putri nomor satu Inggris Johanna Konta menambah daftar petenis yang setuju dengan wacana penggabungan Asosiasi Tur Tenis Profesional (ATP) dan Asosiasi Tenis Wanita (WTA) setelah mengutarakan idenya tersebut kepada Reuters, Selasa.

Konta sepakat dengan ide Roger Federer yang bulan lalu menyerukan peleburan kedua organisasi, yang juga disambut positif oleh Ketua WTA Steve Simon dan Ketua ATP Andrea Gaudenzi.

"Saya tidak mengerti kenapa kami (petenis putri) tidak dianggap sama dengan petenis putra. Apakah kami memang kurang berharga dibanding petenis putra?" kata petenis peringkat 14 dunia ini.

Petenis yang juga yang duduk di dewan petenis WTA ini bergabung dengan beberapa rekan perempuan profesionalnya dalam menyerukan posisi yang sama di setiap lembaga gabungan di masa depan.




Sebanyak tujuh asosiasi menjalankan berbagai bagian tenis di dunia. Olahraga ini juga dikendalikan oleh Federasi Tenis Internasional (ITF) dan dewan empat turnamen Grand Slam, selain oleh WTA dan ATP.

Saat ini masyarakat membutuhkan platform TV berbayar yang berbeda untuk menonton pertandingan tenis, sehingga penggabungan turnamen dipandang dapat menyederhanakan kontrak televisi dan penawaran sponsor.

Petenis putra dan putri memiliki pranata peringkat yang terpisah sementara beberapa aturan, termasuk pelatihan di lapangan, juga berbeda.

Bintang tenis asal Amerika Serikat Billie Jean King telah menyerukan badan pemerintahan untuk bersatu sejak bertahun-tahun yang lalu, tetapi Konta merasa komentar Federer telah membawa publik kembali pada perhatian ke topik tersebut.

"Saya pasti akan berpikir jangka panjang agar ini bisa menjadi satu tur. Saya tahu ada banyak orang yang akan termotivasi, dan saya juga tahu pasti akan ada pihak yang tidak ingin penggabungan terjadi," tutur petenis 29 tahun itu menegaskan.
 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar