Padat Karya "Kotaku" di Sleman bantu warga terdampak COVID-19

id Padat karya kotaku,Padat karya Sleman ,Wabup Sleman ,Anggota DPR Sukamto ,Wabup Sleman Danang ,Kabupaten Sleman ,Sleman

Padat Karya "Kotaku" di Sleman bantu warga terdampak COVID-19

Anggota Komisi V DPR RI Sukamto didampingi Wakil Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Danang Maharsa meresmikan kegiatan padat karya program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kabupaten Sleman tahun 2021. Foto Antara/HO-Humas Pemkab Sleman

Tujuan dari kegiatan padat karya ini adalah untuk membantu masyarakat yang terkena dampak pandemi COVID-19.
Sleman (ANTARA) - Anggota Komisi V DPR RI Sukamto didampingi Wakil Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Danang Maharsa meresmikan kegiatan padat karya program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kabupaten Sleman 2021 di Kalurahan Tlogoadi, Mlati, Senin.

"Tujuan dari kegiatan padat karya ini adalah untuk membantu masyarakat yang terkena dampak pandemi COVID-19," kata Anggota Komisi V DPR RI Sukamto.

Menurut dia, program padat karya ini menyasar tiga kecamatan (kapanewon) yakni Kecamatan Depok, Mlati dan Gamping serta di tujuh kelurahan yakni Caturtunggal, Sendangadi, Tlogoadi, Tirtoadi, Trihanggo, Ambarketawang dan Banyuraden.

"Bantuan dana yang diberikan pada program padat karya ini yaitu sebesar Rp300.000.000 per kelurahan. Dalam program ini, masyarakat tidak hanya menerima bantuan secara cuma-cuma melainkan dengan ikut membantu membangun desa seperti memperbaiki saluran air dan infrastruktur berbasis masyarakat," katanya.

Baca juga: Persija Jakarta mengalahkan PSM Makassar 4-3 lewat adu penalti

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa memberikan apresiasi dan menyambut gembira kegiatan padat karya tersebut. Terlebih lagi, kegiatan padat karya ini juga ditujukan untuk membantu masyarakat dalam menghadapi dampak pandemi COVID-19.

Ia juga berharap kegiatan padat karya program Kotaku benar-benar mampu mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat serta mampu mengurangi keberadaan kawasan kumuh.

"Melalui kegiatan padat karya Kotaku ini masyarakat berkesempatan memperoleh pekerjaan dan penghasilan. Manfaat lainnya yaitu terpeliharanya lingkungan dan infrastruktur yang ada di lokasi perlaksanaan padat karya Kotaku," katanya.

Baca juga: Sleman mengizinkan pelaksanaan Shalat Idul Fitri di masjid dan lapangan

Sementara Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) DIY Tri Rahayu menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program untuk memberikan bantuan tunai dalam bentuk upah tenaga kerja. Program ini memberdayakan 120 orang warga dari tujuh kelurahan yang disasar.

"Kami berharap, program ini bisa sesuai dengan apa yang di cita-citakan oleh pemerintah untuk pemulihan perekonomian masyarakat khususnya yang terdampak pandemi COVID-19," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar