Yogyakarta membuka pendaftaran vaksinasi bagi pelaku seni-budaya

id vaksinasi,covid-19,pelaku seni-budaya,yogyakarta

Yogyakarta membuka pendaftaran vaksinasi bagi pelaku seni-budaya

Presiden Joko Widodo menyaksikan penyuntikan vaksin COVID-19 untuk aktor Nicholas Saputra sebagai perwakilan seniman dan budayawan yang mendapat vaksinasi di Galeri Nasional Indonesia Jakarta, Senin (19/4/2021). ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden/Agus Suparto/aa.

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta mendukung upaya percepatan vaksinasi COVID-19 di kota tersebut dengan membuka pendaftaran vaksinasi bagi pelaku seni dan budaya di Kota Yogyakarta beserta keluarganya.

“Pendaftaran akan dilayani hingga 5 September. Bagi pelaku seni dan budaya bisa segera mendaftar sekaligus mendaftarkan anggota keluarganya,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Yetti Martanti di Yogyakarta, Senin.

Syarat pendaftaran adalah pelaku dari komunitas atau paguyuban seni dan budaya dan keluarga yang dibuktikan dengan kartu identitas warga Kota Yogyakarta baik Kartu Tanda Penduduk (KTP) maupun Kartu Identitas Anak (KIA).

“Anak berusia 12 tahun ke atas juga bisa didaftarkan untuk mengikuti vaksinasi,” katanya.

Pendaftaran bisa dilakukan secara daring melalui laman http://bit.ly/VaksinasiPelakuSeni atau melakukan pemindaian QR Code poster pendaftaran vaksinasi yang bisa diakses melalui Instagram Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta.

Kegiatan vaksinasi massal tersebut rencananya akan dipusatkan di salah satu sentra vaksinasi milik Pemerintah Kota Yogyakarta yaitu di XT-Square pada 14 September. Vaksinasi menggunakan vaksin Sinovac.

Sebelumnya, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan pemerintah daerah berupaya melakukan percepatan vaksinasi sehingga akan ada semakin banyak orang yang memiliki personal immunity sehingga nantinya akan terbentuk herd immunity.

Di Kota Yogyakarta, layanan vaksinasi dapat diakses secara reguler di fasilitas pelayanan kesehatan dan sudah ada beberapa sentra vaksinasi yang disiapkan.

Upaya percepatan vaksinasi, lanjut dia, juga akan didukung dengan penambahan anggaran yang tengah dibahas dalam RAPBD Perubahan 2021.

“Percepatan vaksinasi membutuhkan dukungan anggaran karena untuk vaksinasi tidak cukup hanya dengan menyediakan vaksin saja tetapi ada dukungan lain seperti jarum suntik, kapas, hingga tenaga vaksinator itu sendiri,” katanya.

Oleh karenanya, lanjut Haryadi, agar program vaksinasi untuk mendukung penanganan pandemi bisa dilakukan secara optimal maka dibutuhkan dukungan anggaran yang terstruktur sehingga target yang ditetapkan bisa direalisasikan.

Kota Yogyakarta berharap setidaknya 75 persen warga sudah menjalani vaksinasi pada September.
 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021