
Bupati mengharapkan Sleman zero stunting

Sleman (ANTARA) - Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengharapkan kasus stunting di wilayah itu dapat terus ditekan hingga nol kasus atau zero stunting.
Harapan tersebut disampaikan dia saat mengukuhkan Tim Percepatan Penurunan Stunting serta menandatangani Komitmen Bersama Percepatan Penurunan Stunting pada kegiatan Rembuk Stunting di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis.
Dia berharap, Tim Percepatan Penurunan Stunting dapat menjadi sarana untuk menampung masukan, koordinasi, serta sinkronisasi dari berbagai pihak yang bersentuhan langsung dengan upaya penurunan stunting.
Ia mendorong tim tersebut untuk menyusun perencanaan penurunan stunting yang melibatkan partisipasi dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan.
"Upaya penurunan stunting harus dilakukan bersama mulai dari hulu ke hilir," katanya.
Jika melihat data, angka stunting di Kabupaten Sleman tergolong baik.
Dia mengatakan pemerintah menargetkan penurunan prevalensi stunting menjadi 14 persen pada 2024.
"Sedangkan pada 2021 capaian angka stunting di Kabupaten Sleman berada di angka tujuh persen. Angka tersebut jauh lebih baik dari capaian angka target nasional," katanya.
Angka IPM Sleman tahun 2021 adalah 84. Angka tersebut termasuk dalam kategori IPM sangat tinggi dan merupakan peringkat keenam nasional.
"Meski begitu, kita tetap harus berupaya menekan angka stunting di Kabupaten Sleman. Kalau bisa harus zero stunting," katanya.
Tim Percepatan Penurunan Stunting tersebut terdiri atas berbagai pemangku kepentingan sejumlah 49 orang yang secara fungsi dibagi menjadi tiga, yakni pengarah, pelaksana, dan sekretariat pelaksana.
Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Sleman Nomor 124/Kep.KDH/A/2022 Tentang Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Sleman.
Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
