Logo Header Antaranews Jogja

Menlu Rusia tak hormati pertemuan G20

Sabtu, 9 Juli 2022 08:06 WIB
Image Print
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kanan) menyambut Perwakilan Tinggi Uni Eropa urusan Luar Negeri dan Keamanan Josep Borrell dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri G20 di Nusa Dua, Bali, Jumat (8/7/2022). ANTARA FOTO/POOL/Sigid Kurniawan/rwa. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Nusa Dua, Bali (ANTARA) - Wakil Uni Eropa menyebut Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov tidak menghormati pertemuan G20 karena meninggalkan ruangan ketika peserta lain masih berbicara.

Perwakilan Tinggi Uni Eropa (EU) Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan (HRVP) sekaligus Wakil Presiden Komisi Eropa Josep Borrell itu mengomentari Lavrov yang meninggalkan ruang Pertemuan Menlu G20 (G20 Foreign Ministers’ Meeting/FMM) di salah satu hotel di Nusa Dua, Bali, setelah ia selesai berbicara menyampaikan pandangan Rusia.

Lavrov tidak mendengarkan pemaparan menteri lain yang berbicara setelah gilirannya.

“Dia berbicara kemudian pergi tanpa penjelasan apa pun. Tidak mendengarkan menteri lain dan menghindari interaksi maupun diskusi,” katanya kepada beberapa media usai FMM G20 di Nusa Dua, Jumat (8/7) malam.

Sikap Lavrov, menurut Borrell, menunjukkan dia tidak menghormati pertemuan G20 dan tidak hadir untuk mencari solusi atas konflik Rusia dengan Ukraina—yang disorot dalam pertemuan tersebut sebagai salah satu tantangan global saat ini, selain pandemi COVID-19.

Borrell mengungkapkan pertemuan berlangsung sopan, tetapi dalam suasana emosional karena membahas hidup dan mati orang dalam perang di Ukraina.

Borrell menyinggung krisis pangan, sebagai dampak perang, yang akan mengejutkan banyak negara di dunia jika perang tidak segera diakhiri.

Menlu Indonesia Retno Marsudi menyebut penyelenggaraan FMM di bawah Presidensi G20 Indonesia berjalan sukses dengan kehadiran semua menlu G20 secara fisik guna mendiskusikan berbagai isu yang menjadi tantangan global saat ini.

Retno membenarkan bahwa Lavrov meninggalkan ruangan, tetapi hal itu dilakukan menlu lain yang keluar masuk ruangan pertemuan untuk melakukan pertemuan bilateral dengan mitranya di sela-sela pertemuan G20.

Co-Sherpa G20 Indonesia Dian Triansyah Djani menyebut tidak ada delegasi yang walk out selama pertemuan berlangsung.

G20 terdiri dari 20 negara dengan ekonomi terbesar di dunia, yaitu Indonesia, Rusia, Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brazil, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Korea Selatan, Prancis, China, Turki, dan Uni Eropa.






Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026