
PBB teliti pesawat nirawak Iran di Ukraina

Perserikatan Bangsa-Bangsa (ANTARA) - Inggris, Jerman, dan Prancis meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengirim tim ke Ukraina guna menyelidiki sisa-sisa pesawat nirawak (drone) dari Rusia, yang diklaim Kiev dan Barat adalah buatan Iran.
“Kami menyambut baik penyelidikan oleh tim Sekretariat PBB yang bertanggung jawab untuk memantau pelaksanaan UNSCR 2231 dan siap mendukung upaya sekretariat dalam melakukan penyelidikan teknis dan tidak memihak,” kata duta besar tiga negara Eropa tersebut, dalam surat yang dikirim kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, yang dilihat oleh Anadolu Agency.
Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengonfirmasi penerimaan surat itu.
"Kami akan menganalisis informasi apa pun yang disampaikan kepada kami oleh negara-negara anggota," kata dia.
Wakil Dubes Rusia untuk PBB Dmitry Polyanskiy mengatakan sebelumnya bahwa Moskow akan menilai kembali kerjasamanya dengan Sekjen PBB jika PBB mengirim para ahli ke Ukraina untuk memeriksa drone yang ditemukan dan diduga buatan Iran.
Ukraina menuduh Iran dan Rusia melanggar sanksi PBB karena Moskow menerima kiriman drone "kamikaze" buatan Iran, yang menyebabkan serangan mematikan di Ibu Kota Kiev.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PBB didesak selidiki penggunaan pesawat nirawak Iran oleh Rusia
Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
