Logo Header Antaranews Jogja

Merosot, harga emas

Jumat, 4 November 2022 06:37 WIB
Image Print
Emas batangan 50 gram setelah dicetak di pabrik penyulingan dan pabrikan batangan Argor-Heraeus di Mendrisio, Swiss, 13 Juli 2022. ANTARA/REUTERS/Denis Balibouse/pri.

Chicago (ANTARA) - Merosot harga emas di pasaran Jumat pagi WIB berbalik melemah dari kenaikan selama dua hari berturut-turut.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, jatuh 19,10 dolar AS atau 1,16 persen menjadi ditutup pada 1.630,90 dolar AS per ounce, merupakan penyelesaian terendah sejak awal April 2020 setelah mencapai tertinggi sesi di 1.643,20 dolar AS dan terendah di 1.618,30 dolar AS.

Emas berjangka merangkak naik 0,3 dolar AS atau atau 0,02 persen menjadi 1.650,00 dolar AS pada Rabu (2/11/2022), setelah terdongkrak 9,00 dolar AS atau 0,55 persen menjadi 1.649,70 dolar AS pada Selasa (1/11/2022), dan melemah 4,10 dolar AS atau 0,25 persen menjadi 1.640,70 dolar AS pada Senin (31/10/2022).

Federal Reserve pada Rabu (2/11/2022) menaikkan suku bunga sebesar 0,75 poin persentase lagi menjadi 3,75-4,00 persen, level tertinggi dalam 15 tahun. Pada konferensi pers pasca-pertemuan, Ketua Fed Powell mengatakan "akan tepat untuk memperlambat laju kenaikan," tetapi "sangat prematur" untuk berpikir tentang menghentikan kenaikan suku bunga karena mereka lebih khawatir tentang berbuat terlalu sedikit pada inflasi daripada terlalu banyak.

Pernyataan Powell tentang suku bunga yang lebih tinggi mendorong indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS lebih tinggi, meredam emas.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Emas jatuh 19,10 dolar tertekan penguatan "greenback" dan imbal hasil



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026