Logo Header Antaranews Jogja

Yayasan Lontar produksi dokumenter kolektor wayang AS

Rabu, 7 Desember 2022 03:35 WIB
Image Print
Penayangan film dokumenter pendek berjudul "Semar Mesem dari Amerika (The Smiling Semar from America)" oleh Yayasan Lontar. (ANTARA/HO-Wienda Parwitasari/Yayasan Lontar)

Jakarta (ANTARA) - Yayasan Lontar menghadirkan film dokumenter pendek berjudul "Semar Mesem dari Amerika (The Smiling Semar from America)" untuk mengenang kepergian kolektor wayang asal Amerika Serikat Gregory Churchill (1947-2022).

Dokumenter disutradarai oleh Eva Tobing dan supervisi John H. McGlynn dari Lontar itu berisi kenangan dan napak tilas terhadap karier Greg dan kecintaannya pada wayang Indonesia, dengan testimoni dari keluarganya di Amerika Serikat dan Indonesia.

“Saya mengenal Greg sejak tahun 1976 di Jakarta, dan sangat paham mengenai kecintaan Greg terhadap wayang dan kebudayaan Indonesia,” kata McGlynn dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Selasa.

Gregory Churchill atau akrab disapa Greg merupakan seorang ahli hukum yang berjasa besar dalam reformasi hukum di Indonesia. Tetapi yang tak kalah penting yaitu kecintaan Greg terhadap seni wayang di Indonesia.

Lontar menyebutkan bahwa Greg telah mengoleksi tidak kurang dari 8.000 wayang dalam berbagai jenis dari berbagai daerah di Indonesia. Ribuan wayang tersebut disimpan di kediamannya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Menurut McGlynn, salah satu cita-cita Greg yaitu ingin koleksi-koleksi wayangnya dimasukkan ke dalam sebuah museum khusus wayang, yang dijaga dengan baik oleh pemerintah serta dapat dilihat oleh masyarakat luas.

“Sampai beliau wafat, cita-cita itu belum terwujud meski berbagai jalan sudah dilakukan untuk mewujudkan keinginannya,” ujar McGlynn.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Yayasan Lontar buat dokumenter mengenang kolektor wayang asal Amerika



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026