
Merosot drastis, harga emas di pasaran

Chicago (ANTARA) - Mrosot drastis, harga emas di bawal level 1.800 dolar AS pada akhir perdagangan Jumat pagi WIB tertekan dolar AS yang lebih kuat ,.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, anjlok 30,90 dolar AS atau 1,7 persen menjadi ditutup pada 1.787,80 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan menyentuh level tertinggi sesi di 1.819,70 dolar AS dan terendah di 1.782,00 dolar AS.
Emas berjangka tergelincir 6,80 dolar AS atau 0,37 persen menjadi 1.818,70 dolar AS pada Rabu (14/12/2022), setelah melonjak 33,20 dolar AS atau 1,85 persen menjadi 1.825,50 dolar AS pada Selasa (13/12/2022), dan merosot 18,40 dolar AS atau 1,02 persen menjadi 1.792,30 dolar AS pada Senin (12/12/2022).
Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada Rabu (14/12/2022). Dalam konferensi pers berikutnya, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan dia tidak mengharapkan penurunan suku bunga sampai Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yakin inflasi turun menjadi 2,0 persen, dan Fed tidak akan mempertimbangkan untuk menaikkan target inflasi 2,0 persennya.
Powell berpendapat bahwa kesulitan terbesar bagi perekonomian AS adalah kegagalan menaikkan suku bunga yang cukup tinggi untuk menurunkan inflasi. Pernyataan Powell agak lebih hawkish daripada ekspektasi pasar dan mendorong dolar AS lebih tinggi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Harga emas anjlok 30,90 dolar imbas ketakutan sikap Fed yang "hawkish"
Pewarta : Apep Suhendar
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
