Logo Header Antaranews Jogja

Harga emas merosot

Selasa, 20 Desember 2022 07:51 WIB
Image Print
Petugas menata emas Antam imitasi di gerai Gadai Emas dan Cicil Emas BSI di Pasar Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (6/7/2022). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

Chicago (ANTARA) - Harga emas merosot pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), berbalik melemah dari keuntungan sesi sebelumnya menjadi kembali berada di bawah level psikologis 1.800 dolar AS tertekan oleh dolar AS yang lebih kuat dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, tergelincir 2,50 dolar AS atau 0,14 persen menjadi ditutup pada 1.797,70 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan menyentuh level tertinggi sesi di 1.808,60 dolar AS dan terendah di 1.793,20 dolar AS.

Emas berjangka terangkat 12,4 dolar AS atau 0,69 persen menjadi 1.800,20 dolar AS pada Jumat (16/12/2022), setelah anjlok 30,90 dolar AS atau 1,7 persen menjadi 1.787,80 dolar AS pada Kamis (15/12/2022), dan jatuh 6,80 dolar AS atau 0,37 persen menjadi 1.818,70 dolar AS pada Rabu (14/12/2022).

Dolar AS sedikit menguat pada perdagangan Senin (19/12/2022) karena pelaku pasar menilai kemungkinan resesi global di tengah pengetatan kebijakan bank sentral. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,03 persen menjadi 104,7320.

Pasar mencerna sinyal bank-bank sentral yang hawkish dan meningkatnya risiko resesi, terutama karena bank sentral utama termasuk Federal Reserve dan Bank Sentral Eropa mengisyaratkan bahwa suku bunga akan naik lebih jauh tahun depan.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Emas kembali jatuh di bawah 1.800 dolar, karena "greenback" menguat



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026