Logo Header Antaranews Jogja

Harga emas anjlok

Selasa, 31 Januari 2023 06:20 WIB
Image Print
Arsip foto - Emas batangan terlihat di Pallion di Marrickville, Sydney, Jumat, 14 Oktober 2022. ANTARA/AAPIMAGE via Reuters Connect/DAN HIMBRECHTS/pri.
Chicago (ANTARA) - Anjlok harga emas dipasaran pada akhir perdagangan Selasa pagi WIB memperpanjang kerugian untuk hari ketiga berturut-turut .

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, merosot 6,40 dolar AS atau 0,33 persen menjadi ditutup pada 1.939,20 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan mencapai level tertinggi sesi 1.950,10 dolar AS dan terendah 1.936,20 dolar AS.

Emas berjangka menyusut 0,60 dolar AS atau 0,03 persen menjadi 1.929,40 dolar AS pada Jumat (27/1/2023), setelah anjlok 12,6 dolar AS atau 0,65 persen menjadi 1.930,00 dolar AS pada Kamis (26/1/2023), dan bertambah 7,20 dolar AS atau 0,37 persen menjadi 1.942,60 dolar AS pada Rabu (25/1/2023).

Harga emas mempertahankan kenaikan tipis hampir 0,1 persen minggu lalu, kenaikan mingguan keenam berturut-turut. Investor juga melakukan aksi ambil untung setelah membukukan kenaikan mingguan selama enam pekan terakhir beruntun.

Dolar AS menguat pada Senin (30/1/2023) menjelang pertemuan kebijakan bank-bank sentral utama, dengan indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,35 persen menjadi 102,2850.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Emas jatuh 6,40 dolar, terseret oleh "greenback" yang lebih kuat



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026