Logo Header Antaranews Jogja

Defisit APBN 2024 ditargetkan turun

Selasa, 21 Februari 2023 07:33 WIB
Image Print
Tangkap layar - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (20/2/2023). (ANTARA/Indra Arief Pribadi)

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menetapkan target awal untuk defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 antara 2,16 persen sampai 2,64 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

“Anggaran tahun depan akan dijaga, di satu sisi pendapatan negara akan tetap tumbuh dengan rasio pajak yang meningkat, dan belanja negara yang akan dijaga secara disiplin namun dengan prioritas sesuai agenda nasional,” kata Sri Mulyani di Kantor Presiden, Jakarta, Senin.

Target defisit APBN 2024 itu lebih rendah dibanding target defisit APBN pada 2023 yang sebesar 2,84 persen dari PDB.

Sri Mulyani mengatakan penetapan target defisit 2024 masih di tahap awal sebagai pedoman untuk menyusun instrumen fiskal tahun depan. Menurut dia, pada 2024 dan juga tahun ini, tantangan yang dihadapi Indonesia bersumber dari ketidakpastian geopolitik, dan kenaikan inflasi dunia yang menyebabkan meningkatnya suku bunga.

Namun terdapat peluang pertumbuhan ekonomi, karena negara mitra seperti China sudah kembali membuka ekonominya setelah “lockdown” akibat pandemi COVID-19.

Pemerintah, kata Sri Mulyani, akan menjaga momentum pemulihan perekonomian yang sedang berlangsung saat ini.

“Pertumbuhan ekonomi 2022 di 5,3 persen, pertumbuhannya tetap bisa dijaga untuk tahun 2023 dan 2024. Ini berarti dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga untuk bisa tumbuh di atas 5 persen, maka inflasi di Indonesia harus dikendalikan,” ujar dia.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemerintah targetkan defisit APBN 2024 turun ke 2,16-2,64 persen PDB



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026