Logo Header Antaranews Jogja

Merosot bawah, dolar AS atas mata uang asing lain

Jumat, 9 Juni 2023 06:02 WIB
Image Print
Foto Dokumen: Foto menunjukkan seorang anggota staf bank menghitung uang kertas dolar AS di sebuah bank di Kabupaten Tancheng Kota Linyi, Provinsi Shandong, China timur. ANTARA/Xinhua/Zhang Chunlei

New York (ANTARA) - Merosot ke bawah, dolar AS atas sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, merosot 0,71 persen menjadi 103,347 pada akhir perdagangan.

Data yang dirilis Kamis (8/6/2023) oleh Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa klaim pengangguran awal untuk pekan yang berakhir 3 Juni melonjak 28.000 menjadi 261.000, jauh di atas rata-rata sebelum pandemi 2019 sebesar 218.000. Ini menandai level tertinggi untuk klaim pengangguran sejak Oktober 2021.

"Peningkatan berkelanjutan dalam klaim pengangguran mingguan dari siklus terendah tahun lalu bermakna, dengan jelas menggambarkan kondisi yang melemah," kata Jim Baird, kepala investasi di Plante Moran Financial Advisors.

"Itu berita menggembirakan bagi pembuat kebijakan Fed yang telah mencari bukti bahwa kenaikan suku bunga agresif tahun lalu berdampak," tambah Baird.

Meskipun tidak dianggap sebagai indikator utama setiap minggu dalam pengambilan keputusan Fed, klaim pengangguran minggu ini akan menjadi salah satu poin data ekonomi terakhir untuk Federal Reserve menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang akan dimulai Selasa (13/6/2023) depan.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dolar jatuh di tengah klaim pengangguran lebih tinggi dari perkiraan



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026